BPBD Alor Imbau Masyarakat Hemat Air dan Waspadai Dampak Kekeringan Ekstrem

  • 18 Sep 2026 07:29 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kekeringan ekstrem. Kondisi tersebut ditandai dengan tingginya hari tanpa hujan yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Alor, Muhammad Fahmi Uba, SE., M.Ap., mengatakan kondisi kekeringan saat ini perlu diantisipasi bersama. Menurutnya, masyarakat perlu menghemat penggunaan air serta menjaga sumber air yang masih tersedia.

“Kami menghimbau kepada kita semua untuk selalu hemat air dan bijak dalam pemakaian air,” ujarnya saat berbincang bersama RRI Atambua, Selasa, 14 September 2026.

BPBD Alor menyebut kekeringan dapat berdampak terhadap ketersediaan air baku maupun kebutuhan air minum masyarakat. Selain kebutuhan domestik, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi tanaman pekarangan dan ketersediaan pakan bagi ternak.

Masyarakat juga diminta menjaga tanaman pekarangan sebagai salah satu upaya mendukung ketersediaan pangan selama menghadapi kondisi kekeringan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kekeringan dapat berlangsung dalam beberapa pekan ke depan apabila hujan belum kembali turun.“Kemudian kita juga terus memperhatikan tanaman-tanaman pekarangan untuk mendukung sektor pangan, kemudian pakan untuk ternak,” kata Fahmi.

Selain persoalan air, ia juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran rumah. Kondisi semakin perlu diperhatikan karena wilayah Alor juga sedang menghadapi angin yang cukup kencang.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas rumah tangga, terutama saat membakar sampah maupun menggunakan tungku atau kompor. Kehati-hatian diperlukan agar aktivitas tersebut tidak memicu kebakaran hutan, lahan maupun permukiman.

“Kami berharap situasi yang cukup sulit ini bisa kita hadapi bersama dan kita bisa keluar,” ujar Fahmi.

BPBD Alor berharap hujan segera kembali turun sehingga sumber-sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat dapat kembali terisi. Kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kekeringan ekstrem serta berbagai dampak turunannya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Alor tetap waspada, bijak menggunakan air, dan berhati-hati terhadap potensi kebakaran selama kondisi kekeringan berlangsung

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....