Pemberdayaan Bengkel APPeK Wujudkan Keadilan Gender Akar Rumput

  • 17 Sep 2026 07:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung) memandang budaya patriarki sebagai salah satu hambatan struktural dan kultural utama dalam penegakan keadilan gender, khususnya di tingkat akar rumput Nusa Tenggara Timur (NTT).

‘’Melalui gerakan advokasi dan pemberdayaan berbasis komunitas, Bengkel APPeK terus mendorong perubahan perspektif hukum, peningkatan literasi kritis,serta pembongkaran konstruksi sosial yang bias gender agar keadilan gender sejati dapat terwujud dari tingkat akar rumput di NTT’’ungkap Direktur Vinsen Bureni,S.Sos pada perbincangan rri.co.id, Senin 14 September 2026.

Sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat rentan di NTT,Bengkel APPeK menempatkan keadilan gender sebagai salah satu pilar nilai dasar organisasi mereka

‘’Bagi Bengkel APPeK,patriarki bukan sekadar masalah perilaku individu,melainkan sebuah konstruksi sosial menahun yang menempatkan perempuan dan kelompok rentan pada posisi subordinat. Kondisi ini membatasi ruang gerak perempuan dalam pengelolaan sumber daya, pendidikan, dan pengambilan keputusan di tingkat desa,’’tuturnya Vinsen.

Pandangan dari kacamata Bengkel APPeK,budaya patriarki di NTT menempatkan laki-laki sebagai pemilik dominan atas segala aset ekonomi, sosial, dan politik’’Akibatnya, perempuan kerap dianggap tidak pantas bersuara dalam forum-forum adat maupun forum formal seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Bengkel APPeK melihat ketimpangan ini sebagai ketidakadilan nyata yang harus didekonstruksi dari tingkat bawah,’’ujarnya.

Harapan utama dari Direktur Vinsen Bureni,adalah menciptakan gerakan sosial yang lebih besar guna mendobrak stigma sosial terhadap kelompok perempuan di NTT.

‘’Melalui kerja kolaboratif dengan lembaga mitra pembangunan lainnya di NTT,Bengkel APPeK terus berupaya mengubah cara pandang masyarakat dari yang semula menempatkan perempuan di posisi subordinat menjadi mitra sejajar dalam pembangunan daerah,’’ungkap Vinsen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....