Menyelami Hikmah Iman kepada Qada dan Qadar

  • 31 Agt 2026 10:17 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag Belu) Ahmad Majdi memberikan tausiah mendalam mengenai makna keimanan. Ia mengingatkan umat agar senantiasa bersyukur atas segala anugerah yang telah diterima.

Pentingnya mengimani qada dan qadar menjadi sorotan utama dalam pesan keagamaan tersebut. Keimanan ini dinilai sebagai landasan penting dalam mengarungi dinamika kehidupan sehari-hari.

Ahmad Majdi mengutip sebuah pepatah Arab yang sarat akan makna kehidupan. Pepatah tersebut menggambarkan bahwa tidak semua keinginan manusia dapat terwujud dengan mudah.

"Sebab angin sering kali berhembus pada arah yang tak diinginkan kapal," ujar Ahmad Majdi kepada RRI, baru-baru ini. Pernyataan itu menegaskan adanya keterbatasan manusia dalam menentukan jalan hidupnya sendiri.

Manusia boleh merencanakan, namun hasil akhir tetap berada di tangan Tuhan. Realitas kehidupan sering kali menunjukkan perbedaan antara harapan dan ketetapan yang diterima.

Penyuluh Kemenag Belu ini meminta masyarakat untuk tidak menggantungkan ibadah pada materi. "Jangan menjadikan hawa nafsu kemanusiaan kita sebagai tolok ukur sayang atau tidaknya Allah," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa apa yang diraih saat ini merupakan takdir terbaik. Oleh karena itu, ikhlas dan husnuzan harus terus ditanamkan dalam sanubari.

Manusia diimbau untuk tidak berkecil hati saat keinginannya belum bisa dikabulkan. Hal tersebut bisa jadi mengandung kebaikan terselubung yang belum disadari manusia.

Mengimani takdir merupakan penyempurna dari rukun iman yang wajib diyakini setiap muslim. Sikap ini akan membawa ketenangan serta kedamaian dalam menghadapi setiap cobaan.

Usaha yang dilakukan manusia setiap hari hanyalah bentuk ikhtiar atau perantara belaka. Keputusan akhir atas segala urusan kehidupan tetap berserah penuh pada izin-Nya.

Ahmad Majdi berharap, pesan ini menjadi pengingat agar umat senantiasa melangkah dengan penuh kerendahan hati. Kehidupan yang harmonis, menurutnya, dapat terwujud melalui pemahaman keagamaan yang utuh dan benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....