Bahaya Penyakit Hasad yang Menggerogoti Pahala

  • 31 Agt 2026 10:16 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kemenag Belu, Jumardi, mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyakit hati bernama hasad. Sifat iri dengki ini dapat menghancurkan amal kebaikan manusia secara perlahan.

Hasad merupakan perasaan tidak suka saat melihat keberhasilan atau kebahagiaan yang didapatkan oleh orang lain. Sifat buruk tersebut kerap kali dianggap sepele oleh sebagian besar umat.

"Hasad adalah penyakit hati yang sering dianggap remeh, padahal racunnya perlahan menghancurkan diri sendiri," ujar Jumardi, beberapa waktu lalu. Ia menambahkan bahwa penyakit ini memicu keinginan agar nikmat orang lain sirna.

Terdapat perbedaan mendasar antara sifat iri yang merusak dengan sikap kagum positif atau ghibthah. Ghibthah adalah rasa ingin memiliki kebaikan serupa tanpa mengharapkan kemalangan bagi orang lain.

"Hati yang berhasad itu gelap, cahaya iman tidak bisa masuk," ucap Jumardi dengan tegas. Ia menjelaskan bahwa kegelapan hati membuat kedamaian hidup seseorang menjadi terganggu.

Dampak buruk utama dari sifat dengki ini adalah terhapusnya pahala ibadah yang telah dikumpulkan. Amalan rutin selama bertahun-tahun bisa lenyap begitu saja akibat memelihara rasa iri.

"Jauhilah hasad karena sesungguhnya hasad memakan pahala sebagaimana api memakan kayu bakar," tutur Jumardi. Kutipan hadis tersebut memperjelas betapa merusaknya sifat dengki bagi tabungan akhirat.

Selain merusak pahala, perasaan dengki juga menjadi pintu masuk bagi berbagai dosa besar lainnya. Sifat ini mendorong timbulnya fitnah, adu domba, hingga niat jahat untuk mencelakai sesama.

Penyakit hati ini sebenarnya bisa disembuhkan apabila seseorang memiliki tekad kuat untuk berubah. Umat diimbau untuk meyakini bahwa pembagian rezeki dari Tuhan selalu adil.

"Ganti dengki dengan doa saat melihat keberhasilan orang lain," kata Jumardi, memberi solusi. Menurutnya, mengucapkan istigfar secara rutin juga menjadi benteng efektif dalam membersihkan jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....