YHS Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Rentan Melalui Pendekatan Inklusif

  • 15 Agt 2026 11:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID,Atambua - Direktur Yayasan Harapan Sumba(YHS) Stefanus Segu,ST penerjemahan pilar kesejahteraan ekonomi dilakukan melalui pendekatan inklusif dan holistik. Hal ini demi mewujudkan kemandirian penuh bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk produktif secara ekonomi jika diberikan kesempatan, pelatihan, dan ruang yang setara.

"Mewujudkan kemandirian ekonomi penuh bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas,adalah langkah tepat agar mereka tidak lagi bergantung pada bantuan sosial melainkan mampu menjadi individu yang produktif dan berdaya," ucap Stefanus pada perbincangan rri.co.id, Selasa 11 Agustus 2026.

Stefanus menekankan bahwa fokus utama pendampingan YHS adalah memastikan kelompok difabel memiliki hak ekonomi dan sosial yang setara dengan warga negara lainnya. "Kelompok rentan diprioritaskan karena sering kali berada dalam kondisi marginal. Target YHS adalah mengubah ketergantungan mereka menjadi kemampuan untuk membantu diri mereka sendiri," ujarnya.

Beliau juga menyatakan bahwa kesejahteraan tidak akan tercapai tanpa adanya kolaborasi di mana pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjalankan fungsinya secara inklusif.

"Dengan menyelaraskan visi dengan pemerintah desa, kader kesehatan, dan sektor swasta guna untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang ramah disabilitas dan berkelanjutan," ucapnya.

Bagaimana strategi berupa pelatihan kewirausahaan mandiri juga implementasinya,Stefanus berpendapat, YHS membina penyandang disabilitas untuk memiliki usaha produktif berbasis potensi lokal, seperti pembuatan keripik pisang, ubi, kerajinan tangan, hingga pertukangan.

"Memfasilitasi ruang pemasaran khusus, seperti Pasar Inklusif,agar produk hasil karya difabel laku keras dan dikenal publik guna mendorong difabel memanfaatkan strategi modern, termasuk pendapatan dari media sosial, sehingga produk mereka mampu menembus pasar luar,"ujar Stefanus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....