Mentan RI Dorong Pertanian Alor Jadi Strategi Pengentasan Kemiskinan
- 09 Agt 2026 15:46 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menyatakan pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Alor diarahkan untuk menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui program jangka pendek dan jangka panjang.
Amran mengatakan program tersebut akan memanfaatkan potensi lokal Alor, terutama komoditas kelapa, jambu mete dan kakao. Pengembangan tanaman perkebunan tersebut dinilai memiliki prospek jangka panjang karena dapat terus dipanen selama puluhan tahun setelah memasuki masa produktif.
“Ini jangka panjang. Kakao, mente bisa 30 tahun, 40 tahun. Ini bisa 20-30 tahun. Satu kali tanam bisa panen 20-30 tahun. Jadi inilah program Bapak Presiden, program prioritas Bapak Presiden,” ujar Amran. Sabtu, 08 Agustus 2026.
Ia menjelaskan program prioritas pemerintah memiliki anggaran sekitar Rp9,95 triliun dengan sasaran pengembangan mencapai sekitar 870 ribu hektare. Program tersebut, kata dia, memprioritaskan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.
“Yang kita prioritaskan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Yang lain juga bisa dapat, tetapi kita prioritaskan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Dalam konteks Alor, Amran melihat pengembangan 10 ribu hektare tanaman perkebunan dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Dengan asumsi satu hektare dikelola satu keluarga, maka program tersebut berpotensi menjangkau sekitar 10 ribu keluarga petani.
Namun, Amran menyadari tanaman perkebunan membutuhkan waktu sebelum menghasilkan. Karena itu, pemerintah akan mengombinasikan pengembangan kelapa, jambu mete dan kakao dengan tanaman pangan seperti padi dan jagung sebagai sumber produksi dan pendapatan dalam jangka pendek.
Dukungan sarana produksi juga akan diberikan kepada masyarakat. Wilayah yang memiliki sumber air akan mendapatkan bantuan pompa, sementara alat dan mesin pertanian disiapkan untuk mendukung pengelolaan lahan dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
Amran juga mengapresiasi pertumbuhan bibit kakao yang telah dikembangkan di Alor. Menurutnya, kondisi tanaman yang tumbuh dengan baik menunjukkan bahwa program pengembangan komoditas pertanian memiliki peluang untuk dilanjutkan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan pemerintah akan mengawal program tersebut melalui dukungan bibit dan biaya penanaman yang ditanggung pemerintah. Amran berharap sinergi antara pemerintah, petani dan masyarakat dapat mempercepat peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan kemiskinan di Kabupaten Alor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....