GPI Tekankan Pendidikan Karakter untuk Hadapi Budaya Instan Generasi Muda
- 03 Agt 2026 09:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pendidikan karakter dinilai menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan generasi muda di era digital. Pembentukan karakter yang kuat diyakini mampu mendorong lahirnya generasi yang bertanggung jawab dan berintegritas.
Statement disampaikan Ketua Umum Badan Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Indonesia (GPI), Pendeta Dr. Ebenheiser Nuban Timo, MA, kepada RRI Atambua, Jumat 1 Agustus 2026. Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan intelektual. Pendidikan juga harus membentuk spiritualitas dan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecenderungan gaya hidup instan membuat sebagian generasi muda kurang menghargai proses dan kerja keras. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui pendidikan yang menanamkan nilai kejujuran, rasa syukur, dan semangat berbagi.
“Pendidikan itu tidak hanya berhubungan dengan kecakapan dan kemampuan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas,” katanya.
Ia juga menjelaskan keluarga memiliki peran utama dalam membangun karakter anak sejak dini. Keteladanan orang tua dalam bekerja keras, bersikap jujur, dan menghormati sesama akan menjadi contoh yang mudah ditiru anak-anak.
Selain keluarga, gereja dan sekolah juga perlu bekerja sama menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Kolaborasi tersebut penting agar generasi muda memiliki landasan moral yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Pendeta Eben menegaskan perubahan masyarakat harus dimulai dari pola pikir yang sehat. Dengan karakter yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....