Gereja Diminta Jadi Garda Persatuan di tengah Tantangan Zaman

  • 03 Agt 2026 09:07 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Gereja memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang. Peran tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.

"Setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda, karena itu gereja dituntut mampu menghadirkan respons yang inovatif dan bertanggung jawab sesuai konteks kehidupan masyarakat." Demikian disampaikan Ketua Umum Badan Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Indonesia (GPI), Pendeta Dr. Ebenheiser Nuban Timo, MA, kepada RRI Atambua, Jumat, 1 Agustus 2026.

Menurutnya, persatuan merupakan modal utama dalam membangun kehidupan bersama yang adil dan sejahtera. Keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan untuk memperkuat kebersamaan, bukan menjadi sumber perpecahan.

"Persatuan adalah modal dasar bagi pembangunan dan kemajuan. Oleh karena itu mari kita rawat persatuan," ujar Pendeta Ebenheiser.

Ia menjelaskan gereja dapat memperkuat persatuan melalui pemberitaan firman, pendidikan iman, serta berbagai kegiatan pelayanan yang menanamkan nilai kebersamaan. Selain itu, gereja juga harus memberikan teladan dalam kehidupan sosial dengan mengedepankan kejujuran dan keadilan.

Pendeta Eben menegaskan gereja tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga persatuan bangsa. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan berbagai unsur lainnya menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Menjelang peringatan Bulan Kebangsaan pada Agustus ini, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan. Menurutnya, persatuan harus ditunjukkan tidak hanya oleh rakyat, tetapi juga oleh para pemimpin melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....