Teladani Rasulullah dengan Perbanyak Senyum
- 31 Jul 2026 07:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Masyarakat diajak untuk meneladani ekspresi kebahagiaan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Rasulullah selalu menampilkan wajah penuh senyum meskipun menanggung beban hidup yang sangat berat.
Hal tersebut disampaikan Cicik dalam acara siaran Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua pekan lalu. Menurutnya, setiap detik kehidupan Nabi Muhammad merupakan samudra keteladanan bagi umat Islam dalam berinteraksi sosial.
Cicik mengutip riwayat sahabat Jarir bin Abdillah yang menyebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah melihatnya kecuali dengan tersenyum. "Senyum Nabi adalah sedekah, energi positif, dan magnet kasih sayang yang membuat orang merasa dihargai," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan batasan Rasulullah dalam mengekspresikan rasa tawa agar tetap menjaga wibawa serta kesopanan. Beliau lebih banyak tersenyum daripada tertawa lepas terbahak-bahak hingga terlihat anak lidahnya.
Meski demikian, Rasulullah tetaplah manusia biasa yang sesekali tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya saat mendengar cerita unik. "Ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang kebahagiaan, namun beliau tetap menjaga wibawa dan tidak tertawa berlebihan," kata Cicik.
Cicik juga mengingatkan bahaya tertawa berlebihan karena dapat memberikan dampak psikologis dan spiritual yang kurang baik. Ia menyebut hadis Nabi yang menegaskan bahwa banyak tertawa dapat mematikan hati serta melalaikan seseorang dari akhirat.
Ia menyoroti fenomena komedi masa kini yang sering kali tertawa di atas penderitaan atau ejekan terhadap orang lain. Ia menilai, hal tersebut sangat bertolak belakang dengan ajaran Nabi yang mengedepankan ketenangan serta kewibawaan.
Guna menerapkan sunah tersebut di era modern, Cicik membagikan tiga langkah praktis bagi masyarakat. Langkah pertama adalah mengubah wajah cemberut menjadi senyuman hangat saat menyapa keluarga, tetangga, maupun rekan kerja.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengontrol ekspresi kebahagiaan agar tidak tertawa pingkal-pingkal. Ia juga menegaskan pentingnya menghindari humor yang mencela atau mengumbar aib sesama demi meraih tawa.
Mengakhiri ceramahnya, Cicik menegaskan bahwa meneladani Rasulullah juga mencakup ekspresi wajah dalam kehidupan sehari-hari. "Mari kita hidupkan sunah tersenyum dan mengurangi tawa berlebihan agar hati kita tetap hidup dan bercahaya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....