Sinergi Masyarakat dan Sekolah Cegah Perundungan Anak
- 29 Jul 2026 18:03 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pencegahan perundungan membutuhkan kerja sama sekolah dan masyarakat desa. Masalah perundungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru.
Talksow RRI Atambua membuka ruang diskusi bagi warga desa dan anak-anak SDN Fohomane bersama pihak Sekolah, Pemerintah Desa dan stake holder, senin 27 Juli 2026 di SDN Fohomane Desa Lakanmau. Para tokoh masyarakat hadir memberikan pandangan solusi pencegahan kekerasan.

Sekretaris Desa, Antonius Bau menegaskan komunikasi keluarga menjadi kunci utama pencegahan. “Orang tua wajib meluangkan waktu berkualitas bersama anak-anak mereka.”
Aktivis Perempuan dan Anak, Filomena Loe, SE memaparkan bahaya trauma batin akibat aksi perundungan. “Korban perundungan memerlukan pendampingan khusus dari tenaga ahli psikologi.”
| Baca juga: Edukasi Kebencanaan Penting sejak Usia Dini |
Sementara itu, Kepala SDN Fohamene Robinson Alberto Udju, Gr menjelaskan penerapan lima prinsip satuan di sekolah. “Budaya saling menghormati terus dibangun melalui berbagai kegiatan permainan.”
Siswa diajarkan merespons ancaman perundungan dengan melaporkan ke guru. Keberanian siswa melapor membantu memutus rantai kekerasan di sekolah.
Menurut Robi, semua pihak sepakat menyelesaikan masalah perundungan secara damai bersama. Pendekatan kekeluargaan diutamakan demi memulihkan kondisi mental anak-anak.
Program Talkshow nilai nilai keindonesiaan back to school diharapkan mampu memberikan pemahaman baru bagi warga di desa Lakanmau. Lingkungan ramah kini siap diwujudkan di kawasan perbatasan, Kata Robi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....