Stop Membandingkan Diri, Fokus untuk Bersyukur
- 27 Jul 2026 07:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kebiasaan buruk membandingkan kebahagiaan orang lain berpotensi menghilangkan rasa syukur atas nikmat Allah. Pernyataan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Timor Tengah Utara (TTU), Nur Erma.
Dalam program Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua baru-baru ini, ia mengajak umat Islam untuk berhenti membandingkan diri. Nur Erma menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan dengan takdir serta ujian kehidupan yang berbeda-beda.
Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 32 tentang larangan iri hati terhadap karunia orang lain. "Allah telah membagikan rezeki kepada setiap hamba sesuai dengan hikmah serta ilmu-Nya," ujarnya mengutarakan isi surah.
Ia mengibaratkan kehidupan manusia seperti peredaran matahari dan bulan pada garis edarnya masing-masing. "Manusia cukup menjadi pribadi terbaik sesuai kehendak Allah tanpa harus meniru jalan hidup orang," ucapnya.
Nasihat Rasulullah SAW turut disampaikan untuk senantiasa melihat kehidupan orang di bawah kita. Cara pandang tersebut efektif menjaga hati agar tidak meremehkan sekecil apa pun nikmat Allah.
Nur Erma mengimbau umat agar mengalihkan energi untuk senantiasa fokus dalam memperbaiki kualitas diri. Setiap individu perlu meningkatkan kualitas ibadah, mengontrol emosi, serta memperbanyak bacaan hamdalah harian.
Keberhasilan sejati seorang muslim diukur dari tingkat ketakwaan, bukan dari jumlah harta benda. Hal itu selaras dengan firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 yang mulia.
Nur Erma mengharapkan umat tidak merasa rendah diri maupun sombong atas pencapaian hidup saat ini. "Tujuan akhir seluruh umat manusia tetap sama, yaitu meraih keridaan Allah yang Mahakuasa," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....