Menanamkan Jejak Kebaikan Berkelanjutan Tak Akan Sia-sia
- 27 Jul 2026 07:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Menanamkan jejak kebaikan tidak selalu membutuhkan perkara besar atau modal yang mahal. Hal tersebut diaampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Timor Tengah Utara (TTU), Nizrina Fauzyah Nabila, dalam acara Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua.
Nizrina mengajak seluruh umat untuk senantiasa berbuat kebaikan. Menurutnya, Islam sangat menghargai setiap amalan sederhana yang dilakukan secara ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.
" Langkah sederhana yang dicontohkan antara lain membantu orang tua, menyapa tetangga, serta memberikan senyuman ramah," ucapnya, beberapa waktu lalu. Selain itu, membantu teman yang kesulitan serta mendoakan sesama secara diam-diam juga merupakan amalan yang mulia.
Ia mengingatkan firman Allah dalam Surah Az-Zalzalah ayat tujuh mengenai balasan kebaikan sekecil zarrah. "Setiap tindakan positif yang diniatkan dengan tulus dipastikan akan dicatat sempurna tanpa ada yang sia-sia," kata Nizrina.
Nizrina menjelaskan bahwa satu kebaikan kecil berpotensi memberikan efek domino kebaikan yang sangat panjang. Orang yang pernah terbantu cenderung akan meneruskan kepedulian sosial tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.
" Jejak kebaikan berkelanjutan juga bisa ditanamkan melalui pengajaran ilmu bermanfaat serta pendidikan anak saleh," ujarnya. "Pahala dari ilmu amaliah dan doa anak saleh dipastikan terus mengalir meski seseorang telah wafat."
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunda niat berbuat baik hanya karena menunggu kondisi mapan. Setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk membantu melalui tenaga, perhatian, maupun tutur kata.
Pada akhir siarannya, Nizrina mengingatkan bahwa jabatan dan harta berlimpah tidak akan menemani manusia di kubur. Hanya rekam jejak amalan serta kebaikan yang kelak menjadi pemberat timbangan amal di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....