SMP IL Kapten Fatubaa Olah Kulit Pisang Jadi Es Cream

  • 24 Jul 2026 18:08 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – SMP IL Kapten Fatubaa memanfaatkan sampah kulit pisang menjadi olahan es cream yang sangat lezat. Langkah kreatif ini diambil untuk mengukuti perlombaan AIA Healthy School Awards yang sangat bergengsi tahun ini.

“Kulit pisang menjadi masalah karena siswa sering membuang sampah pisang secara semberangan di lingkungan sekolah,” kata RD Antonius Kapitan selaku Pembina SMP dan SMA IL Kapten Fatubaa, Jumat 24 Juli 2026 kepada rri.co.id di ruang kerjanya. “Banyak kulit pisang menumpuk setelah siswa menikmati program makan bergizi gratis di area sekolah.”

“Jika dibiarkan membusuk, tumpukan sampah menimbulkan bau busuk serta mengundang banyak lalat disekitar sekolah,” ujar RD Anton. Kondisi tidak sehat tersebut pasti akan sangat mengganggu kelancaran kegiatan mengajar siswa setiap hari.

Lanjut RD Anton, hal ini membuktikan bahwa limbah sampah ternyata bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai tinggi. Pihak sekolah berhasil merubah persepsi masyarakat terhadap sampah organic melalui inovasi produk es cream sehat dan pupuk organik.

RD Antonius Kapitan saat menerima penghargaan Juara I Event Bergengsi AIA HEALTHIEST SCHOOL AWARDS tingkat Nasional

Persiapan lomba ini membutuhkan waktu kurang lebih selama satu bulan penuh pada bulan Januari lalu. Kerja extra keras dilakukan untuk menghadapi tantangan minimnya literasi ekologi di lingkungan sekolah.

“Saya bersama kepala sekolah, para guru, dan siswa membangun kerja sama berkualitas demi menyukseskan proyek ini,” ungkapnya. Siswa didorong untuk menjadi pelaku utama dalam menggerakkan program penciptaan produk Huka Upcycling Project tersebut.

“Siswa dibagi menjadi tiga kelompok kerja dengan pendampingan ketat dari tiga orang guru setiap kelompoknya,” kata RD Anton dengan semangat. Pembagian tim ini bertujuan agar pengerjaan esai dan proyek berjalan dengan lancar serta tepat waktu.

Masa penilaian berlangsung selama bulan Februari dan dilanjutkan tahap finalisasi video pada bulan Maret. Seluruh civitas akademika berharap karya inovatif ini menyumbang hasil yang memuaskan pada kompetisi Tingkat Internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....