Paradigma Baru Menuntut Kesiapsiagaan Prabencana

  • 08 Jul 2026 14:33 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Manajemen penanggulangan bencana kini mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan. Fokus utama aksi nyata bergeser pada penguatan mitigasi fase pra bencana.

Langkah preventif meliputi pembangunan sistem peringatan dini dan penyiapan kapasitas sumber daya. Kesiapan infrastruktur lokal wajib dipastikan optimal sebelum kemarau ekstrem.

"Paradigma baru mewajibkan kita berfokus pada pra bencana lewat kesiapsiagaan yang matang. Upaya awal ini efektif menekan angka korban jiwa," ucap aktivis bencana Dionisius J. Deo kepada rri.co.id, Selasa, 07 Juli 2026.

Edukasi berlanjut lewat media massa dipercaya mampu mengubah pola pikir masyarakat yang acuh. Warga diharapkan menjadi subjek aktif yang menjaga wilayahnya sendiri.

"Merubah pola pikir dan kebiasaan lama masyarakat itu memang sangat susah. Pertemuan tatap muka tingkat desa harus terus digalakkan bersama," ujarnya.

Contoh nyata pro aktifnya warga terlihat dalam penyusunan rencana mitigasi banjir di Kabupaten Malaka. Komunitas menyadari skenario evakuasi dibuat demi keselamatan mereka.

Menghadapi ancaman alam, masyarakat dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Kesiapsiagaan sejak dini melahirkan komunitas tangguh menghadapi situasi darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....