Pemilih Difabel sebagai Garda Terdepan Pengawas Partisipatif Pemilu

  • 06 Jul 2026 21:13 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kolaborasi antara BAWASLU dan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) NTT bertujuan mengubah sistem pemilu yang selama ini masih menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas.

Sinergi ini berfokus pada audit Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar sepenuhnya ramah disabilitas dan meningkatkan peran aktif pemilih difabel sebagai CCTV pengawas pemilu.

Ketua DPD PERTUNI-NTT, Pratama Rizky Lodo, terus menyuarakan pentingnya kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas. Dia menyoroti bahwa hambatan utama partisipasi politik kelompok difabel tidak hanya terletak pada pemahaman politik itu sendiri, tetapi pada aksesibilitas fisik dan sarana prasarana yang belum dan seharusnya sudah memadai.

"Untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah khusus buat para penyandang disabilitas umumnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi disabilitas, dan masyarakat wajib terus ditingkatkan di seluruh wilayah NTT," tuturnya pada perbincangan rri.co.id,Sabtu 4 Juli 2026.

Bawas dan Pertuni terus mengintensifkan pertemuan strategis guna memperkuat perlindungan hak politik disabilitas. "Sinergi ini diwujudkan melalui agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk membangun pengawasan partisipatif yang inklusif, aksesibel, dan ramah disabilitas," ujar Rizky.

Rizky berpendapat,masukan teknis melalui kolaborasi bisa digunakan untuk memastikan regulasi, sosialisasi, hingga ketersediaan fasilitas Tempat Pemungutan Suara (TPS) seperti surat suara braille dan aksesibilitas lokasi ramah disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....