Pemuda Tetap Obyektif Hindari Provokasi
- 16 Jun 2026 07:03 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Di tengah masifnya arus informasi digital, para pemuda dituntut untuk tetap objektif. Hal ini guna menghindari provokasi dan isu hoaks.
"Moderasi beragama bukanlah air yang dicairkan, melainkan jalan tengah yang mereduksi konflik demi menjaga kerukunan bagi seluruh umat." Demikian dijelaskan Tokoh pemuda perbatasan, Yohanes Berchmans Ngga' A Rua, S.Fil,kepada rri.co.id, Minggu 14 Juni 2026
Memperkuat literasi agama dan literasi digital menjadi langkah preventif. Sebuah jalan yang sangat efektif bagi pemuda di era modern ini demi mencegah perpecahan.
Dialog lintas perbedaan perlu terus dibiasakan sebagai sarana menumbuhkan empati. Selain itu sikap kritis dalam menghadapi isu-isu yang berkembang juga wajib ditanamkan.
"Ada empat pilar belajar yaitu learning to know, to do, to be, serta learning to live together bagi masyarakat. Dengan demikian kita tau bagaimana menyikapi keadaan," katanya.
Lanjutnya, sikap saling menghargai kegiatan keagamaan orang lain penting diterapkan. di dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk tindakan sederhana dari praktik moderasi nyata.
Lingkungan sosial yang damai akan tercipta jika seluruh elemen masyarakat mampu mengedepankan nilai persatuan di atas kepentingan pribadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....