Romo Yoris Ajak Prajurit TNI Katolik Teladani Maria

  • 30 Mei 2026 15:24 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pembimbing Rohani Katolik TNI dan Polri Keuskupan Atambua, RD Yoris Samuel Giri, memimpin perayaan penutupan Bulan Rosario Mei 2026 bersama prajurit TNI Katolik Batalyon TP 877 Biinmaffo. Kegiatan rohani tersebut berlangsung di Kapela Santo Paulus BTN Kilometer 9 Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada 29 Mei 2026.

Dalam homilinya, Romo Yoris mengajak seluruh prajurit Katolik berjalan bersama Bunda Maria sebagai teladan hidup beriman dan pengikut Kristus. Ia menegaskan bahwa Bunda Maria menjadi contoh nyata dalam mengimani Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dunia.

RD Yoris Samuel Giri, (Berjubah Hijau) Pembimbing Rohani Katolik TNI dan Polri Keuskupan Atambua, saat bagikan Rosari kepada para Prajurit TNI Katolik dari Batalyon TP 877 Biinmaffo pasca perayaan misa kudus penutupan Bulan Rosario Mei 2026. (Foto:Dok/Komsos KA/Simpro)

Romo Yoris mengatakan para prajurit hendaknya menjadikan nilai iman sebagai landasan utama dalam melaksanakan tugas negara sehari-hari. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa harus selalu berjalan seiring dengan kesetiaan kepada Tuhan melalui kehidupan doa.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas menjaga keamanan negara merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan penuh kesadaran dan integritas. “Tugas dan tanggung jawab harus dijalankan dengan penuh sadar karena di atas pundakmu keamanan dan martabat bangsa dipertaruhkan di perbatasan NKRI-Timor Leste,” katanya.

Usai perayaan, Romo Yoris membagikan sebanyak 150 rosario berwarna merah putih kepada prajurit TNI Katolik sebagai simbol identitas. Pembagian rosario tersebut diharapkan semakin menumbuhkan semangat doa dan penghayatan iman dalam kehidupan para prajurit.

Pada kesempatan yang sama, Romo Yoris menekankan pentingnya rosario sebagai kekuatan doa dan sarana pembinaan rohani bagi prajurit. “Prajuritku pakailah rosario ini sebagai kekuatan doa, sarana rohani dan peneguhan iman Katolikmu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seorang prajurit Katolik harus mampu menunjukkan kesetiaan kepada iman sekaligus kepada bangsa dan negara. “Seorang prajurit itu 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia dan tetap setia tugas panggilan sebagai seorang prajurit negara,” tuturnya.

Salah seorang prajurit TNI Katolik, Ale Leki, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pemberian rosario merah putih tersebut. Menurutnya, rosario itu menjadi motivasi untuk semakin tekun berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.

Ale Leki salah satu prajurit Batalyon TP 877 Biinmaffo Kefamenanu yang menerima Rosario (Foto:Dok/Komsos KA/Simpro)

“Terima kasih banyak Bapak Romo Yoris atas pemberian rosario ini sebagai motivasi untuk kami dalam semangat berdoa,” katanya. Ia berharap semangat devosi kepada Bunda Maria terus menguatkan para prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa.

Perayaan penutupan Bulan Maria tersebut turut dihadiri sejumlah perwira dan senior di jajaran Batalyon TP 877 Biinmaffo Kefamenanu. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pembinaan iman dan kehidupan rohani para prajurit Katolik di lingkungan satuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....