Esensi Kurban: Meniti Keikhlasan dan Ketakwaan menuju Rida Allah

  • 30 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua- Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nurinayah, menyampaikan renungan mendalam tentang esensi ibadah kurban Hari Raya Idul Adha. Nurinayah mengingatkan, bulan Zulhijjah penuh kemuliaan dan keutamaan, terdapat sepuluh hari utama, hari Arafah, serta ibadah haji.

" Banyak masyarakat awam menganggap ibadah kurban sebatas ritual tahunan penyembelihan hewan ternak semata," ujarnya, Kamis, 28 Mei 2026. "Padahal, tujuan hakiki di balik ibadah mulia tersebut adalah sarana mutlak meraih rida Allah SWT."

Nurinayah menyebut, sesuai firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 37, daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada-Nya. Hal paling utama yang akan diterima oleh Allah SWT adalah ketakwaan tulus dari hambanya.

Lanjutnya, sejarah kurban sesungguhnya mengajarkan kepatuhan total Nabi Ibrahim, As (alaihissalam) saat diperintah menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ismail pun menerima perintah tersebut dengan penuh keimanan tanpa ada bantahan sedikit pun.

Ketakwaan luar biasa itulah yang membuat Allah menggantikan posisi Nabi Ismail dengan seekor domba jantan. Ibadah kurban menjadi simbol konkret kepatuhan manusia atas harta yang dititipkan oleh Sang Pencipta.

Nurinayah menegaskan bahwa nilai kurban tidak diukur dari besarnya hewan melainkan dari tingkat keikhlasan hati. "Allah sama sekali tidak melihat aspek kemewahan rupa melainkan kesucian hati dan amal perbuatan manusia," katanya.

Sesuai hadis riwayat Muslim, Allah tidak melihat penampilan fisik maupun jumlah harta kekayaan kalian semua. Seekor kambing milik orang sederhana bisa jauh lebih mulia dibanding sapi mewah.

Oleh karena itu, Nurinayah mengimbau umat Islam meluruskan niat berkurban murni karena Allah SWT saja. Jangan sampai ibadah ini dilakukan hanya agar dianggap kaya ataupun demi mendapat pujian tetangga.

Nurinayah mengatakan, mengeluarkan harta berharga untuk berkurban merupakan bukti nyata seseorang sedang belajar menggapai keikhlasan sejati. Berdasarkan Surah Ali Imran ayat 92, kebajikan sempurna diraih dengan menginfakkan harta yang paling dicintai.

Menurutnya, ibadah kurban juga mendidik jiwa sosial manusia untuk saling berbagi dengan kaum fakir miskin. Kebahagiaan ini dapat mempererat tali ukhuwah islamiyah di antara sesama umat Muslim yang membutuhkan bantuan.

Nurinayah pun mengajak pendengar yang memiliki kemampuan finansial untuk tidak menunda-nunda melaksanakan ibadah kurban ini. Mari jadikan kurban sebagai jalan terbaik mendekatkan diri kepada Allah SWT demi meraih rida-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....