Kenaikan Harga Pangan Tantangan MBG di Daerah
- 26 Mei 2026 10:08 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua: Kenaikan harga bahan pangan menjadi tantangan tersendiri bagi YABIKU dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, kualitas makanan untuk penerima manfaat tetap dipertahankan.
Kepada rri.co.id Senin, 25 Mei 2026 Maria F. Tahu, S.Sos., M.Hum -Direktur YABIKU NTT Mitra Badan Gizi Nasional Kabupaten TTU mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan buah dan bahan pangan tertentu yang harganya sering mengalami kenaikan.
Menurut Fili karib disapa, pihaknya harus menyesuaikan menu makanan ketika harga bahan pangan tertentu melonjak di pasaran. Namun, penyesuaian dilakukan tanpa mengurangi kualitas maupun porsi makanan bagi penerima manfaat.
“Kalau harga buah tertentu mahal, maka diganti dengan buah lain yang kandungan gizinya tetap sesuai,” tuturnya. Selain menjaga kualitas menu, YABIKU juga berupaya meminimalkan limbah dari aktivitas dapur MBG.
Sementara persoalan limbah olahan pangan untuk program dimaksud, Fili mengatakan dimanfaatkan sebagai pakan ternak. "Sebagian besar sampah yang dihasilkan merupakan sampah basah yang kami olah lagi kemudian dimanfaatkan kembali sebagai tambahan pakan ternak."
Sisa makanan dari penerima manfaat juga dipantau setiap hari untuk mengetahui menu yang paling disukai anak-anak. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan menu berikutnya. “Yang terpenting hak penerima manfaat tetap terpenuhi walaupun ada kenaikan harga bahan pangan,” kata Maria.
Dia berharap masyarakat, terutama para petani lokal, dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam bahan pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan Program MBG di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....