Mahasiswa Arsitektur Diminta Kembali Dalami Kearifan Lokal
- 21 Mei 2026 00:00 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Marianus Bahantwelu, dosen Prodi Arsitektur Universitas Nusa Cendana, menegaskan bambu memiliki banyak manfaat penting selain menjadi kayu jolok mangga maupun tempat jemuran sederhana.
Kepada rri.co.id, Rabu 20 Mei 2026, Marianus Bahantwelu menjelaskan masyarakat sering memandang bambu sebatas material sederhana, padahal nilainya sangat tinggi apabila dikelola serius.
Menurut Marianus, penelitian mengenai bambu harus dilakukan lebih intensif agar mampu menemukan metode tepat menjadikan bambu sebagai tulangan maupun dinding konstruksi murah berkualitas.
| Baca juga: Gen Z Pengetahuan Dari AI ? |
Ia mengatakan para peneliti perlu mengembangkan teknologi konstruksi bambu supaya lebih tahan lama, ekonomis, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas nantinya.
Marianus juga berharap mahasiswa arsitektur mulai kembali mempelajari kearifan lokal mengenai teknik perlakuan bambu, termasuk konstruksi tradisional yang diwariskan masyarakat sejak dahulu.
“Sekarang ini banyak arsitek bambu dari luar menyerang dengan karya mereka, sehingga kita belajar bambu dari orang yang sebenarnya tidak memiliki bambu,” katanya.
Ia menegaskan seluruh ilmu konstruksi sebenarnya telah tersedia dalam arsitektur tradisional masyarakat, sehingga generasi muda tinggal menggali kembali nilai-nilai penting tersebut secara serius.
Menurut Marianus, bambu bukan lagi material murah karena memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola baik, bahkan satu batang bambu dapat bernilai jutaan rupiah.
“Jangan takut mengeksplore segala macam hal tentang bambu, karena bambu adalah kekayaan yang terunggul,” ujar Marianus menutup perbincangan mengenai konstruksi ramah lingkungan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....