Renungan Islam: Mengenal Fenomena "Futur" dan Cara Mengatasinya
- 14 Mei 2026 19:46 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Fenomena futur adalah kondisi saat seseorang mengalami penurunan semangat dan kemalasan dalam beribadah kepada Allah SWT. Seperti penjelasan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten TTU, Syaiful Yani Djahilape, dalam "Renungan Religi" Pro 2 RRI Atambua, Jumat 15 Mei 2026.
Syaiful menyebut setiap insan beriman pasti akan melewati masa jenuh secara mendadak. Ia menegaskan bahwa perubahan kondisi iman ini merupakan hal yang manusiawi bagi setiap hamba.
" Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa setiap amal memiliki masa semangat dan masa kendurnya," ujarnya pekan lalu. "Seseorang dianggap beruntung apabila masa futur-nya tetap berada dalam batasan sunnah Nabi Muhammad SAW."
Gejala futur, menurutnya ditandai dengan hati terasa berat dan tubuh malas melakukan ketaatan. Padahal sebelumnya, seseorang mungkin merasakan manisnya iman serta kenikmatan dalam bersujud secara khusyuk.
Syaiful menekankan pentingnya menata kembali niat lurus hanya karena Allah subhanahu wa ta'ala. Niat yang salah akan menyebabkan ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa makna yang mendalam.
" Bekal selanjutnya adalah konsisten melakukan amalan kecil namun berkesinambungan setiap hari secara rutin," katanya. "Amal yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meskipun jumlahnya hanya sedikit saja."
| Baca juga: Pentingnya Bertaubat dalam Pandangan Islam |
Umat Islam diharapkan untuk selalu mencari lingkungan pertemanan yang salih dan mendukung kebaikan. Lingkungan yang baik akan membantu meningkatkan kualitas rohani serta membangkitkan semangat beribadah kembali.
Variasi amalan juga diperlukan agar ibadah tidak terasa monoton dan membosankan bagi jiwa manusia. "Seseorang dapat mengalihkan tilawah dengan zikir atau sedekah saat merasa berat melakukan amalan tertentu," ujar Syaiful.
Terakhir, Syaiful mengajak umat Islam untuk senantiasa berdoa memohon keteguhan hati kepada sang pencipta. "Doa adalah cermin kebutuhan manusia akan kekuatan batin agar tetap istiqamah di jalan kebenaran," ucapnya.
Ia pun berharap penjelasan ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika spiritual dalam keseharian. "Semoga kita semua terhindar dari kelalaian yang dapat menjauhkan diri dari hidayah Allah SWT," kata Syaiful mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....