Urgensi Tas Siaga Bencana di Perbatasan

  • 04 Apr 2026 16:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Bencana sering datang tiba-tiba tanpa peringatan sehingga masyarakat Kabupaten Belu perlu menyiapkan langkah mitigasi konkret melalui Tas Siaga Bencana.

"Tas Siaga Bencana adalah wadah menampung kebutuhan pokok minimal tiga hari setelah bencana terjadi untuk menyelamatkan diri sendiri," Demikian disampaikan aktivis bencana Dionisius J Deo, Kepada Rri.co.id, Sabtu, 04 April 2026.

Kawasan Atambua memiliki karakteristik geografis unik dengan sepuluh potensi ancaman bencana yang mengintai warga setiap tahun di wilayah perbatasan.

"Ancaman yang paling besar setiap tahun adalah banjir, tanah longsor, kebakaran, angin kencang, puting beliung, serta ancaman musim kemarau," tuturnya.

Fase pra-bencana merupakan waktu paling krusial bagi setiap keluarga untuk membangun kesadaran kolektif demi meminimalisir dampak risiko kerugian materiil.

"Persiapan sesungguhnya adalah persiapan pra-bencana, masyarakat harus selalu siap siaga karena setiap rumah tangga pasti memiliki ancaman yang memporak-porandakan," ujarnya.

Edukasi berkelanjutan melalui media massa dan akademisi diharapkan mampu mengubah pola pikir warga agar lebih tangguh dalam menghadapi keadaan darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....