UPTD KPH: Inovasi Hidrogel Bantu Pemulihan Hutan
- 30 Mar 2026 05:18 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - UPTD KPH wilayah Belu dan Malaka terus berinovasi dalam mendukung kegiatan penghijauan.Salah satu metode yang digunakan adalah pemanfaatan hidrogel dalam penanaman.
Teknologi ini dinilai efektif dalam menjaga kelembapan tanah di sekitar tanaman. Terutama saat memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
| Baca juga: Hutan Alor Tertekan Dampak Iklim Meningkat |
Demikian Ungkap Kepala UPTD KPH Belu dan Malaka, Maria Yofita Seran S.Hut kepada rri.co.id Senin, (30/3/2026).
Maria Yofita Seran S.Hut lebih lanjut mengatakan Hidrogel berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan air di dalam tanah. Dengan teknologi ini, tanaman dapat bertahan tanpa penyiraman hingga beberapa bulan.
“Kami menggunakan hidrogel untuk membantu tanaman menyimpan air sehingga bisa bertahan 2 sampai 3 bulan,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa metode ini sangat membantu di daerah yang sulit mendapatkan air karena selama ini, kendala utama dalam penghijauan adalah keterbatasan sumber air. Penggunaan hidrogel juga mengurangi ketergantungan pada penyiraman manual sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efisien.
Dikatakan, pada musim kemarau, tanaman sering mengalami kekeringan dan mati.Namun dengan adanya hidrogel, kondisi tersebut dapat diantisipasi lebih awal, teknologi ini menjadi solusi praktis yang mudah diterapkan di lapangan.
“Dengan adanya metode ini, kami berharap tingkat keberhasilan tanaman semakin tinggi,” ucapnya. Dia juga berharap peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian hutan. Dengan kerja sama yang baik, hasil penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....