Cara Simpel Hitung Biaya Listrik dan Tenaga Surya

  • 14 Mar 2026 23:08 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Perbandingan biaya penggunaan pompa air listrik dengan pompa air tenaga surya dapat dihitung secara sederhana untuk melihat efisiensi penggunaan energi.

Konsultan Energi Terbarukan Rejaton Indonesia, Mohammad Ghadafi kepada RRI Atambua dalam layanan Green Radio, Sabtu 14 Maret 2026, menjelaskan perhitungan dapat dimulai dengan menghitung biaya bulanan pompa listrik yang digunakan petani.

Kalau kita ingin menghitung secara sederhana, kita pakai contoh pompa listrik lalu kita hitung biaya penggunaan listrik setiap bulan,” ujar dia.

Menurutnya biaya tersebut kemudian dihitung dalam periode waktu tertentu, misalnya satu tahun hingga beberapa tahun untuk mengetahui total pengeluaran operasional.

Biaya bulanan itu kita hitung selama satu tahun atau beberapa tahun, lalu kita bandingkan dengan penggunaan pompa air tenaga surya,” tuturnya.

Ia menjelaskan penggunaan pompa air tenaga surya memang membutuhkan biaya investasi awal yang lebih tinggi dibandingkan pompa konvensional berbasis listrik atau bahan bakar.

Namun setelah pemasangan dilakukan, biaya operasional selanjutnya hampir tidak ada karena sumber energinya berasal langsung dari sinar matahari.

Kalau pompa tenaga surya memang biaya awalnya bisa dua atau tiga kali lipat dari pompa biasa, tetapi setelah terpasang penggunaannya gratis,” ucap Dafi karib disapa.

Menurut Ghadafi sistem tersebut dapat mencapai titik balik modal setelah beberapa tahun penggunaan sehingga selanjutnya petani tidak lagi terbebani biaya energi.

Ia menambahkan pemanfaatan energi surya tidak hanya terbatas untuk pompa air tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai peralatan yang membutuhkan listrik.

Semua alat elektronik yang membutuhkan listrik sebenarnya bisa dialihkan menggunakan energi surya selama perhitungan efisiensinya sesuai kebutuhan,” katanya.

Ia mencontohkan penggunaan panel surya untuk lampu penerangan jalan umum cukup efisien karena hanya membutuhkan satu titik lampu dengan jangkauan penerangan tertentu.

Namun untuk area pertanian luas seperti persawahan atau ladang, penggunaan penerangan tenaga surya harus mempertimbangkan kebutuhan baterai penyimpanan energi.

Menurutnya aktivitas pertanian umumnya berlangsung pada pagi hingga sore hari sehingga kebutuhan penerangan malam hari tidak terlalu besar.

Kalau kebutuhan air malam hari sebenarnya bisa diatasi dengan membuat tandon atau penampungan air yang cukup untuk kebutuhan sawah tersebut,” ujarnya lagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....