Transisi Energi Alternatif Rumah Perlu Perhatikan Kebutuhan Listrik

  • 14 Mar 2026 22:45 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Masyarakat yang ingin beralih menggunakan energi alternatif di rumah perlu memperhatikan beberapa hal penting agar investasi yang dilakukan tetap efisien. Perihal prinsip peralihan energi alternatif untuk rumah tangga pada dasarnya sama dengan sektor lain.

Informasi tersebut disampaikan Konsultan Energi Terbarukan Rejaton Indonesia Mohammad Ghadafi kepada RRI Atambua dalam layanan Green Radio, Sabtu 14 Maret 2026.

Kalau kita bicara rumah konvensional seperti tempat tinggal biasa dengan daya listrik sekitar sembilan ratus watt, masyarakat juga bisa mulai beralih ke energi alternatif,” ujar Dafi.

Menurutnya langkah pertama yang harus diperhatikan adalah mengetahui jumlah kebutuhan listrik di rumah sebelum memutuskan memasang sistem energi terbarukan.

Pengerjaan instalasi panel tenaga surya oleh teknisi Rejaton di Desa Tunabesi, Kec. Io Kufeu Malaka-NTT sebagai langkah kongkrit mendukung transisi energi nasional (Foto:Dok/RRI Atambua/Epi Mau)

Poin utama yang perlu diperhatikan adalah menghitung beban atau alat elektronik yang digunakan di rumah sehingga kita tahu kebutuhan energinya,” tutur dia.

Ia menjelaskan masyarakat tidak perlu menghitung satu per satu perangkat elektronik yang digunakan, karena perhitungan sederhana dapat dilakukan melalui tagihan listrik bulanan.

Jika tagihan listrik rumah tangga berada pada kisaran dua ratus hingga tiga ratus ribu rupiah per bulan, angka tersebut sudah bisa menggambarkan kebutuhan listrik rumah tersebut.

Dari tagihan bulanan itu kita bisa memperkirakan kebutuhan energi lalu menentukan ukuran panel surya yang cocok dipasang secara bertahap,” ucapnya.

Ghadafi menyarankan pemasangan sistem energi surya tidak harus langsung dalam kapasitas besar, tetapi dapat dimulai dari kapasitas kecil sesuai kebutuhan awal.

Menurutnya pendekatan bertahap membantu masyarakat menyesuaikan investasi dengan kemampuan finansial serta memperhitungkan waktu pengembalian modal.

Yang penting dipertimbangkan adalah berapa biaya investasi yang dikeluarkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai balik modal,” katanya.

Ia mencontohkan apabila biaya listrik bulanan kecil namun biaya pemasangan sistem energi alternatif sangat besar, maka investasi tersebut perlu dipertimbangkan kembali.

Namun jika biaya pemasangan tidak terlalu jauh dibandingkan total pengeluaran listrik beberapa tahun ke depan, maka sistem energi alternatif dapat menjadi pilihan hemat.

Selain itu Ghadafi menjelaskan penggunaan panel surya untuk rumah tangga juga memerlukan inverter yang sesuai dengan total beban listrik yang digunakan.

Kalau daya inverter lebih besar dari kebutuhan listrik rumah, maka masih ada sisa kapasitas yang bisa digunakan untuk menambah perangkat elektronik lainnya,” ucapnya melalui sambungan telpon seluler.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....