Belu dan Malaka di NTT Mulai Transisi Energi
- 14 Mar 2026 22:31 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Langkah kongkrit transisi energi, sudah dimulai Desa di Belu dan Malaka-NTT yang telah manfaatkan tenaga surya dalam mencapai swasembada pangan.
Penerapannya telah dilakukan pada tahun 2023 di Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu dengan pemasangan pompa air tenaga surya untuk membantu kebutuhan air pertanian.
Hal disampaikan Konsultan Energi Terbarukan Rejaton Indonesia, Mohammad Ghadafi, dalam program Green Radio RRI Atambua, Sabtu 14 Maret 2026.
“Kami menginstalasikan pompa Lorentz untuk membantu mengatasi kesulitan pemenuhan air bagi pertanian di wilayah tersebut,” tuturnya.
Selanjutnya pada tahun 2025 program serupa juga dilaksanakan di Desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, serta pada tahun 2026 di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima.

Menurut Ghadafi program tersebut memberikan dampak signifikan bagi petani yang sebelumnya hanya mampu panen satu hingga dua kali dalam satu tahun.
| Baca juga: Kebersihan Wisata Butuh Peran Bersama |
“Sekarang dalam waktu enam sampai delapan bulan masyarakat sudah bisa panen sampai tiga kali karena kebutuhan airnya lebih terjamin,” katanya lagi.
Ia menambahkan keberhasilan tersebut terjadi karena adanya kerja sama antara pihaknya bersama yayasan, masyarakat, serta dukungan teknologi energi terbarukan yang membantu penyediaan air secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan meskipun sektor pertanian menjadi fokus utama, Rejaton juga memiliki beberapa subdivisi layanan untuk memenuhi kebutuhan energi pada berbagai bidang.
| Baca juga: Kolaborasi Bersihkan Kawasan Wisata Belu |
“Selain pertanian, kami juga bergerak pada penyediaan air bersih serta kebutuhan energi untuk sektor konvensional seperti rumah pribadi, pabrik, restoran, dan rumah sakit,” tuturnya.
Menurutnya seluruh layanan tersebut tetap berpusat pada pemanfaatan energi terbarukan yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.
Rejaton juga membuka peluang bagi masyarakat maupun lembaga yang membutuhkan dukungan teknologi energi terbarukan melalui perencanaan desain hingga tahap implementasi.
“Dari lingkup manapun dan dari desain apapun kami terbuka untuk membantu karena yang penting kebutuhan energinya bisa terpenuhi secara efisien,” ucapnya.
Ghadafi menambahkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, Rejaton telah melakukan sejumlah kolaborasi dengan organisasi dan yayasan yang bergerak di bidang pertanian serta penyediaan air bersih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....