Muhamad Griya: Pengalaman Hidup Membentuk Pandangan Toleransi

  • 11 Mar 2026 12:21 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua -Ketua Remaja Masjid Al Muhajirin Atambua, Muhamad Griya, mengaku pengalaman hidup di Bali membentuk pandangannya tentang pentingnya toleransi beragama.

Hal tersebut disampaikan mualaf kalahiran Bali 50 tahun silam ini kepada RRI Atambua dalam layanan Siaran Moderasi Beragama edisi Selasa 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa sejak dulu, saat remaja dan masih di lingkungan tempat tinggalnya di Bali dihuni masyarakat dengan komposisi mayoritas Hindu dan sebagian muslim.

Pose Ketua Remaja Masjid (Remas) Al Muhajirin Atambua, Muhamad Griya bersama istri Erni Susilawaty ketika berlibur ke kampung halamanya di Bali (Foto:Dok/Om Kadek/)

“Kampung kami di Bali sekitar empat puluh persen muslim dan enam puluh persen Hindu, tapi kami hidup rukun, kami disana tidak persoalkan perbedaan keyakinan” katanya.

Menurutnya masyarakat di Bali terbiasa bergaul tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan karena setiap orang menghormati cara ibadah masing-masing.

“Intinya kami beribadah masing-masing dan bergaul dengan baik, tidak pernah ada masalah soal agama, kami yakini bahwa apapun agamanya kami tetap bersaudara,” ujar Muhamad Griya.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia menetap di Atambua dan membangun kehidupan sosial yang harmonis dengan berbagai komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....