Robertus Tubani Minta Standar Harga Bagi Bahan MBG

  • 04 Mar 2026 14:35 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Ketua Komisi III DPRD TTU menyarankan agar ada penentuan harga standar dari Pemda TTU supaya bisa membantu memastikan kualitas dan bahan baku yang stabil bagi pengelola dapur SPPG dalam program MBG. Karena pada dasarnya para pemilik dapur SPPG itu adalah pengusaha yang orientasinya adalah keuntungan. Hal ini disampaikan oleh Robertus Tubani, saat mengikuti rapat koordinasi bersama Wakil Bupati TTU, koordinator SPPI serta stakeholder terkait di Auala Kantor Bupati pada Senin 2 Maret 2026.

Menurut Robertus bahwa, di lingkaran DPRD TTU ada beberapa anggota DPRD yang memiliki dapur SPPG dan bahan baku daging ayamnya ya daging ayam Frozen. Karena persoalan yang dihadapi adalah harga ayam lokal di TTU dan ketersediaan bahan baku lainnya juga belum memadai. Sehingga jalan alternatifnya adalah pemakaian ayam beku", ujar politisi PKB ini.

"Pemakaian daging ayam Frozen oleh pengelola dapur SPPG di TTU karena, tiap dapur mandiri itu setiap harinya membutuhkan bahan baku yang cukup supaya bisa melayani anak-anak sekolah yang jumlahnya mencapai 3.500 orang. Karena itu SPPI dan SPPG di TTU perlu mengidentifikasi para supplier supaya bahan baku untuk program MBG harus selalu tersedia", kata Robertus.

Dikatakan Robertus bahwa, kalau bahan baku daging ayam harus yang segar maka para pemilik dapur SPPG juga akan memasok ayam dari luar TTU supaya mereka mendapat keuntungan dan itu tidak dapat dipungkiri", ujar Robert.

"Jadi langkah yang perlu ditempuh oleh Pemda TTU dan SPPI maupun SPPG adalah harus menentukan harga satuan bahan baku untuk MBG. Kemudian harus ada peraturan yang mengikat supaya melarang pemakaian ayam Frozen, karena bisa diawasi oleh tim Satgas MBG yang terdiri dari polisi dan TNI. Kemudian harus dipikirkan juga apakah di TTU sudah mampu menyuplai daging ayam segar untuk 10 dapur SPPG yang saat ini telah beroperasi", kata Polisi PKB ini.

Tentu kita sebagai DPRD TTU setuju dengan konsep membeli bahan baku dari petani lokal, sehingga bisa mendukung ekonomi daerah dan meningkatkan ketahanan pangan. Tetapi kenyataannya saat ini baru 1 unit SPPG di TTU yang memakai daging ayam segar, namun belum dipastikan kepastiannya karena tidak melibatkan Dinas Peternakan", ujarnya.

"Kalau mau program MBG ini berhasil maka perlu diperhatikan semua bahan baku yang diolah harus higenis dan membawa manfaat gizi bagi anak-anak di TTU bukan membawa persoalan. Sehingga SPPI dan SPPG ke depan harus melibatkan para pihak yang berkompeten supaya tidak ada lagi kasus makan berulat ataupun basi yang dimakan anak-anak", ujar Robertus (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....