Bosco Bereloe: Belu, Bersahabat Tidak Berkonflik !
- 22 Feb 2026 23:31 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Frasa kata Belu bahasa tetun berarti sahabat yang berdamai dengan siapapun. Tidak berkonflik dalam persatuan, pada penerapannya sebagaimana nilai Keindonesiaan.
Namun belakangan ibukota kabupaten Belu, marak terjadi perkelahian yang dipicu hal kecil. Fenomena ini harus diredam agar tidak menjadi konflik.
Dalam Obrolan Komunitas RRI Atambua, edisi Minggu 21 Februari 2026, Yohanes Don Bosko Bereloe menyebut persoalan kekerasan sebagai tanggung jawab bersama seluruh stakeholder.
Upaya mencegah konflik dinilai membutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas pemuda serta dukungan penuh pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Belu ini menekankan peran keluarga sebagai benteng pertama dalam memperkuat nilai agama dan budaya generasi muda.
“Ini tanggung jawab bersama, baik pemerintah, pihak keamanan, agama, sekolah maupun keluarga,” katanya.
Menurutnya, pemerintah perlu memfasilitasi ruang perjumpaan lintas iman dan organisasi kepemudaan untuk membangun semangat kolaborasi.
Dengan kolaborasi, julukan Belu sebagai tanah sahabat dan tanah saudara dapat benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kita harus jaga persatuan dan kesatuan, yang sudah dibangun degan susah payah para pendiri bangsa ini, dengan iman hidup bukan dalam kata-kata,” ucapnya menegaskan. (EM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....