Marak Pelecehan Sesual Jadi Sorotan Tokoh Agama

  • 21 Feb 2026 13:46 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Maraknya kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur menjadi sorotan tokoh agama sehingga dibutuhkan keseriusan berbagai pihak untuk mencegahnya. Karena masalah pelecean seksual berkaitan dengan bagaimana harga dan martabat manusia.

Secara kemanusiaan tentu pelecehan atau kekerasan seksual sangat merendahkan jati diri sebagai citra Allah. Karena tubuh manusia adalah bait roh kudus yang harus dijaga, dirawat. Kata Pastor rekan Paroki Lurasik Rm. Ino Nahak Bere, Pr ketika diwawancara RRI Atambua, Sabtu, 21 Februari 2026.

Rm. Ino Nahak Bere, Pr mengungkapkan, jika sampai terjadi pelecehan seksual secara tidak langsung sudah mencoreng citra Allah lewat tindakan atau perbuatan-perbuatan.

“Tentu ini gereja sangat tidak sepenuhnya melarang, bahkan itu sangat menentang tindakan-tindakan seperti itu,” tuturnya

Namun bawasannya baik pelaku maupun korban secara sepihak mengatakan mereka bersalah karena berpegang pada aturan dan hukum yang berlaku. Dia menyebut bicara tentang pelecehan itu soal penyimpangan yang sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh siapapun.

“Kalau kita melanggar norma yang paling secara umum, berarti secara otomatis itu adalah pelanggaran,” jelasnya

Sebagai tokoh agama Rm. Ino Nahak Bere, Pr menegaskan siapapun yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur harus di proses secara hukum karena hal tersebut tindak melanggar hukum. Dan siapa yang bersalah harus menerima hukuman sebagai sanksi terhadap perbuatannya.

“Kalau kita melanggar norma yang paling secara umum, berarti secara otomatis itu adalah pelanggaran dan harus menerima sanksi., ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....