Kolaborasi Kelompok Tani Permudah Budidaya
- 15 Feb 2026 17:14 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Untuk menjalankan aksi menanam bambu di wilayah desa, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari TTU membentuk kelompok tani mulai dari masyarakat, pemerintah desa, dan tokoh adat. Anggota kelompok tani terdiri dari 10-15 orang agar lebih muda kolaborasi budidaya bambu.
Kelompok tersebut sebelumnya telah dibentuk oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) namun pihak Yayasan Bambu Lingkungan Lestari TTU lanjut koordinasi untuk menanam bambu. Kata Ekerniaty Sandili, Staf Lapangan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari TTU kepada rri.co.id Sabtu, (14/2/2026).
Lanjutnya, Edukasi yang diberikan tentang manfaat dari menanam bambu, menyampaikan Bagaimana bambu menahan longsor, bagaimana bambu menyuburkan tanah, bagaimana bambu bisa menjadi pupuk atau humus yang baik bagi tanah.
“Kita sharing juga dengan anggota kelompok yang sudah mengetahui manfaat dari bambu. Sharing juga kepada anggota kelompok lain apalagi yang anak-anak muda atau yang lebih muda,”
| Baca juga: Sampah Plastik Ancam Kehidupan Penyu di NTT |
Dikatakan, dari edukasi yang di berikan ada kelompok yang 90% anggotanya sudah memahami manfaat dari menanam bambu serta antusias untuk menanam bambu. “Jadi kita ngambilnya satu kelompok tani yang memang sangat antusias, ketua kelompoknya juga sangat kooperatif,” ucapnya
Diungkapkan Ekerniaty Sandili, meski anggota kelompok sudah memahami manfaat bambu bahkan antusias menanam bambu namun sebagian besar masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk menanam bambu sehingga kedepan lebih gencar sosialisasi.
“Kita coba untuk sama-sama sharing dan edukasi dengan beberapa komunitas yang ada di Kefa dengan harapan mereka lebih bisa menyampaikan atau lebih bisa menyiarkan tentang manfaat dan menanam bamboo,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....