AMI-NTT Selamatkan Warisan Budaya Tak Benda
- 05 Feb 2026 11:07 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua-Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Daerah NTT terus berupaya menyelamatkan warisan budaya daerah yang terancam hilang, khususnya warisan budaya tak benda seperti nyanyian, dongeng, dan pengetahuan lokal yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Informasi disampaikan ketua lembaga dimaksud kepada rri.co.id, Kamis 5 Februari 2026 terkait kontribusi institusi yang dipimpinanya dalam merawat warisan budaya di daerah NTT pada umumnya.
Ketua AMI Daerah NTT, Drs. Leonardus Nahak, MA, menjelaskan bahwa warisan budaya terbagi menjadi dua kategori utama, yakni tangible dan intangible heritage. Tangible merupakan warisan yang dapat dilihat dan disentuh, sementara intangible adalah warisan yang tidak berwujud fisik.
“Yang tangible itu seperti rumah adat, pintu rumah adat, perahu, dan benda-benda yang sekarang bisa kita lihat di museum,” ujar Leonardus. “Warisan budaya benda relatif lebih mudah dilestarikan karena memiliki bentuk fisik yang jelas.”
Sebaliknya, warisan budaya tak benda menghadapi tantangan besar dalam pelestariannya. “Intangible itu seperti dongeng, nyanyian, termasuk Silat Fehan beladiri asli Malaka. Ini pengetahuan lokal yang sangat sulit dilestarikan karena pelakunya semakin sedikit dan referensinya hampir tidak ada,” katanya.
Leonardus menambahkan, budaya lisan masyarakat masa lalu menjadi kendala tersendiri karena para pendahulu tidak terbiasa menulis atau mendokumentasikan pengetahuan budaya mereka. Akibatnya, banyak tradisi yang perlahan menghilang tanpa jejak.
Untuk mengatasi hal tersebut, AMI NTT mengusung konsep Lost and Found Tradition, yakni menggali kembali tradisi yang sempat hilang melalui dokumentasi dan pemanfaatan teknologi modern. “Kita mengais-ngais apa yang tersisa untuk diselamatkan,” ujar Leonardus.
Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran aktif dalam pelestarian budaya. “Anak-anak muda sekarang sangat paham teknologi. Mereka bisa membuat video, foto, dan dokumentasi budaya supaya menjadi referensi pengetahuan di masa depan,” ucapnya melalui sambungan telpon seluler.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....