Program Mudik Gratis Kapal Laut Bantu Mobilitas Warga Kepulauan saat Arus Balik
- 28 Mar 2026 09:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menyelenggarakan program mudik gratis pada arus balik Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi laut yang terjangkau bagi masyarakat pengguna jasa kapal.
Pada pelaksanaan arus balik tahun ini, kapal yang semula direncanakan menggunakan Express Bahari 7F dialihkan dengan menggunakan Cantika 9F. Pergantian armada tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional dan memastikan pelayanan tetap optimal bagi para penumpang.
Program mudik gratis ini diperuntukkan khusus bagi masyarakat pengguna jasa kapal swasta, dengan salah satu rute pelayaran dari Pelabuhan Dulionong Kalabahi menuju Kupang. Rute ini menjadi jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Alor dengan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pelaksanaan arus balik yang sebelumnya dijadwalkan pada 28 Maret 2026 mengalami penyesuaian dan dialihkan menjadi 29 Maret 2026. Kapal direncanakan berangkat pada pukul 10.00 WITA dari Pelabuhan Dulionong Kalabahi menuju Kupang, sehingga masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri lebih awal sebelum keberangkatan.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalabahi, Ikram Latif, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal, baik dari sisi kesiapan armada maupun pengaturan jadwal keberangkatan.
“Arus balik ini dilaksanakan setelah masa puncak mudik. Pada 29 Maret kapal dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WITA menuju Kupang, dan selanjutnya pelayanan akan kembali berjalan secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Ikram kepada rri.co.id. Sabtu, 28 Maret 2026
Selain itu, pihak KSOP Kalabahi juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut. Koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga, termasuk kemungkinan penundaan keberangkatan apabila kondisi gelombang melebihi batas aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....