Basarnas TTU Telah Melakukan Pemetaan Daerah Antisipasi Rawan Bencana

  • 14 Mar 2026 20:57 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Mengantisipasi berbagai potensi bencana yang berdampak pada keselamatan dan keamanan masyarakat, selama libur lebaran, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten TTu dengan wilayah kerja di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka meningkatkan kesiapsiagaan tim Search and Rescue (SAR) dengan fokus melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi dapat terjadi bencana.

Kepala Unit Siaga SAR TTU Roni Sikki mengatakan pemetaan dilakukan dengan mengidentifikasi area yang memiliki potensi risiko tinggi sejumlah titik yang dikunjungi banyak masyarakat seperti Bandara, tempat wisata dan pelabuhan.

Ia menekan melalui langkah ini Basarnas berupaya memastikan setiap potensi bahaya dapat diantisipasi sejak dini sehingga proses penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat terpadu dan terkoordinasi apabila terjadi insiden.

Lanjutnya langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan maupun bencana alam, terlebih menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai lokasi publik.

“Selain itu dilakukan itu juga kami melakukan pemetaan di wilayah rawan seperti Rawan longsor dan banjir, baik di Kabupaten Belu, TTU dan Kabupaten Malaka,” ucap Roni Sikki kepada rri.co.id Jumat 13 Maret 2026

Roni Siki menjelaskan, dalam pemetaan lokasi , tim Basarnas juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pengelola tempat wisata. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan serta memastikan setiap pihak memahami peran masing-masing dalam upaya penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat.

Menurut Roni Sikki, kegiatan pemetaan ini juga menjadi dasar dalam penempatan personel serta peralatan SAR di titik-titik strategis. Dengan demikian, apabila terjadi kecelakaan di laut, di kawasan pelabuhan, maupun di lokasi wisata, tim penyelamat dapat bergerak lebih cepat untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas, terutama di wilayah pesisir dan tempat wisata. Pengunjung diminta untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola lokasi serta selalu waspada terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Melalui langkah pemetaan daerah rawan bencana ini, Basarnas TTU berharap upaya pencegahan dan penanganan kejadian darurat dapat dilakukan secara lebih efektif, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....