Aplikasi E-Kunker, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Ingatkan Pentingnya Konsistensi
- 31 Jul 2026 10:29 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta resmi meluncurkan inovasi pelayanan publik berbasis digital E-Kunker DPRD Jogja, yang hadir tidak sekadar sebagai alat administrasi internal, melainkan dirancang untuk mempromosikan potensi kampung wisata dan memperkuat UMKM lokal. Diharapkan, ruang digital ini juga mampu menghidupkan kembali seni budaya tradisional di Kota Yogyakarta sebagai daya tarik bagi para tamu maupun wisatawan.
Langkah terobosan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro. Ia menilai aplikasi E-Kunker mampu menjembatani hubungan antara jajaran dewan dari luar daerah dengan para pelaku usaha lokal secara langsung.
"Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Yogyakarta, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekretaris Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta atas lahirnya E-Kunker DPRD Kota Jogja. Saya berpikir bahwa ini bisa menjadi inovasi baru, supaya potensi lokal di wilayah bisa terangkat," katanya dalam sambutan peluncuran aplikasi E-Kunker DPRD Jogja, di Gedung DPRD Kota Yogyakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Wisnu mengungkapkan, hadirnya aplikasi pelayanan ini bukan sekadar terobosan untuk para anggota legislatif dari berbagai daerah berkunjung ke DPRD Kota Yogyakarta, tetapi menjadi wujud nyata fasilitasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM
"Kalau kita mau mendatangkan potensi wilayah ke kantor itu agak sulit, sehingga kita membutuhkan sebuah kebijakan antara pelaku UMKM dengan DPRD, sehingga muncullah inovasi ini. Pelayanan terhadap seluruh anggota dewan ini, yang berkenan mengunjungi Kota Jogja bisa terfasilitasi di wilayah Kota Yogyakarta dan pelaku UMKM bisa menikmati hasil dari kunjungan itu," ucapnya.
Wisnu berharap, hadirnya aplikasi E-Kunker DPRD Jogja ini bisa dimaksimalkan, sehingga semakin menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Yogyakarta. Termasuk memastikan bahwa anggota dewan dari berbagai daerah di Indonesia ini bisa memanfaatkan fasilitas menginap di wilayah Kota Yogyakarta.
"Kalau kita di Denpasar ditanya, 'nginepnya di mana?' Kalau tidak di Denpasar, tidak diterima, nah gitu," katanya, menyampaikan.
Melalui aplikasi E-Kunker DPRD Jogja ini Wisnu juga mengharapkan, potensi-potensi daya tarik wisata dapat semakin terangkat baik dari Kampung Wisata, UMKM, hingga seni dan budayanya. Ia menekankan, seni dan budaya klasik yang ada di Kota Yogyakarta harus terus dihadirkan, karena selain sebagai daya tarik juga menjadi upaya pelestarian.
"Karena selama ini yang kita kenal kan mesti tarian kreasi, dan orang lebih senang dengan tarian kreasi daripada tarian klasik, sementara Kota Yogyakarta kaya akan budaya itu," ujarnya.
Hadirnya sarana promosi ini diakui Wisnu, tentunya menjadi tantangan tidak hanya legislatif, tetapi juga eksekutif hingga masyarakat atau Kampung Wisata. Karena, kebijakan yang digulirkan tidak akan berdampak lama ketika tidak adanya konsistensi dari semua pihak.
"Semua itu dibutuhkan konsistensi, bukan hanya menelurkan ide atau produk. Kalau menelurkan ide produk itu saking gampangnya, tetapi konsistensinya ini harus terus diperkuat dan dikembangkan. Kita tidak boleh Fomo," katanya, menegaskan.
Potensi besar dalam menerima tamu kunjungan DPRD Kota Yogyakarta ke wilayah-wilayah ini dinilai efektif. Wisnu mengungkapkan, dari pengamatannya, ketika tamu datang ke wilayah-wilayah ini, mereka membeli produk-produknya para pelaku UMKM dengan rata-rata omzet antara Rp7 juta - Rp10 juta, bahkan ada yang mencapai Rp24 juta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....