Keragaman 8 Etnis di Pesona Budaya Sumatera Utara Hipnotis Pengunjung Malioboro

  • 27 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Kawasan ikonik Jalan Malioboro, yang berada di jantung kota Yogyakarta menjadi panggung megah Pesona Budaya Sumatera Utara 2026, Minggu, 26 Juli 2026. Acara akbar yang menampilkan pawai budaya dan pertunjukan seni kolosal dari berbagai etnis asal tanah Batak dan Sumatera Utara ini disaksikan ribuan wisatawan domestik, mancanegara, hingga warga lokal di sepanjang jalan, mulai dari pelataran Gedung DPRD DIY hingga Monumen Serangan Umum 1 Maret/Titik Nol Kilometer.

Ketua Pembina Pesona Budaya Sumatera Utara untuk Indonesia Istimewa, Dewanto P. Siregar menjelaskan, panitia pelaksana Pesona Budaya Sumatera Utara 2026 menggelar pagelaran akbar bertajuk "Menjaga Warisan, Merayakan Keberagaman" yang dipusatkan di sepanjang Jalan Malioboro, mulai dari kawasan DPRD DIY hingga Monumen Serangan Umum 1 Maret. Menurutnya, gelaran ini selain mengenalkan ragam budaya juga sekaligus mempererat tali persaudaraan antar warga.

"Event ini diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa IKPM Sumatera Utara, Pemuda Batak Bersatu (PBB) DIY, serta PBSU sebagai wujud komitmen nyata dalam merawat warisan nusantara serta mempererat tali persaudaraan antarwarga perantauan dengan masyarakat lokal Yogyakarta," katanya, mengungkapkan.

Dewanto menambahkan, Event Pesona Budaya Sumatera Utara tahun ini, berlangsung lebih meriah karena disupport total oleh Pemkot, Lanal, KOREM, Kodim dan Polresta DIY serta Mako Rimba.

"Event ini juga mendapat pengamanan Polresta Yogyakarta yang dipimpin Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia, Kabinda DIY Brigjen TNI Firyawan serta Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, Danrem Yogyakarta Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Dandim Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, serta Mako Rimba," ucapnya.

Pesona Budaya Sumatera Utara ini diharapkan menjadi salah satu promosi budaya dan wisata yang ada di Sumatera Utara. Meski berjalan sukses, namun Dewanto berharap, Pemerintah Daerah Sumatera Utara ke depannya agar bisa lebih tanggap dan peka terkait kegiatan budaya ini.

"Melalui event budaya ini secara tidak langsung sudah membawa nama daerah dan nama masyarakat Batak di mata wisatawan yang ada di Yogyakarta," ujarnya.

Ajang akbar Pesona Budaya Sumatera Utara 2026 dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Perhelatan budaya yang diinisiasi oleh Pemuda Batak Bersatu (PBB) DIY ini memusatkan rangkaian acara pawai di sepanjang Jalan Malioboro, mulai dari kawasan DPRD DIY hingga Monumen Serangan Umum 1 Maret, dengan panggung utama yang berlokasi di kawasan Malioboro atau Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Pesona Budaya Sumatera Utara 2026 di Jalan Malioboro, Yogyakarta, diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang dimulai sejak siang hingga malam hari. Mulai pukul 16.15 hingga 17.30 WIB, iring-iringan pawai budaya delapan kontingen etnis asal Sumatera Utara yang membentang di sepanjang Jalan Malioboro.

Acara dilanjutkan di panggung utama dengan pergelaran Tari Persembahan sebagai pembuka pada pukul 18.00–18.07 WIB, yang kemudian diteruskan dengan sesi seremonial pembukaan dan sambutan tokoh panitia atau pemerintah hingga pukul 18.37 WIB. Kemeriahan panggung utama semakin semarak dengan pementasan Tari Kolosal lintas etnis serta penampilan spesial Tari Karo "Mbiring Manggis".

Menjelang malam, perhelatan menyuguhkan berbagai pertunjukan seni dan hiburan musik yang memukau penonton. Acara diisi oleh pertunjukan budaya daerah KSBJ oleh mahasiswa, dilanjutkan penampilan Tari Tondi Group, serta sesi pembagian hadiah bagi para pemenang lomba pawai budaya.

Sebagai penutup rangkaian acara, panggung utama menghadirkan penampilan musik berturut-turut dari Jogsi Brothers, Andre, hingga penampilan puncak sekaligus penutupan oleh Erick Sihotang. Tidak hanya sekadar hiburan rakyat, Ketua Dewan Pembina PBB DIY, Dewanto P. Siregar, S.IP., bersama Ketua OC Arya Wijaya Panggabean dan Sekretaris OC Mutiara Aulia, S.Pd., menyampaikan bahwa perhelatan ini tetapi juga bentuk kontribusi positif pemuda Sumut dalam mendorong terciptanya suasana keamanan dan kenyamanan di Yogyakarta.

"Acara akbar ini melibatkan delapan kontingen etnis utama dari Sumatera Utara yang meliputi Etnis Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Nias, dan Melayu. Mereka akan menampilkan busana adat khas, kereta hias, musik etnik live, hingga tari jalanan interaktif yang siap memukau wisatawan," ucapnya.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Yogyakarta, Kolonel Laut (P) Hendra Siregar berharap, kegiatan ini bisa memberikan hal positif bagi anak-anak muda Sumatera Utara dan Jogja untuk berbuat hal terbaik untuk Jogjakarta.

“Saya senang sekali bisa hadir pada kegiatan ini. Tentu ini selaras dengan arahan Gubernur DIY agar selalu menjaga wilayah DIY agar selalu kondusif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya, mengharapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....