JLFR Berlangsung Kondusif, Stevanus Dorong Jogja Perkuat Identitas Kota Sepeda
- 01 Agt 2026 13:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ribuan pesepeda kembali memadati kawasan Kota Yogyakarta dalam kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang digelar pada Jumat malam, 31 Juli 2026. Kegiatan yang telah menjadi tradisi komunitas sepeda di Yogyakarta tersebut berlangsung lebih kondusif dengan dukungan pengamanan serta koordinasi lintas instansi.
Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Raden Stevanus Christian Handoko turut ambil bagian dengan bersepeda bersama masyarakat sejak awal hingga melintasi kawasan Malioboro.
Ia juga berjumpa secara langsung dengan Wali Kota Yogyakarta beserta jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, serta Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Yogyakarta yang tengah melakukan pemantauan dan pengamanan jalannya kegiatan di kawasan Malioboro.
Pertemuan tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komunitas pesepeda dalam menjaga agar kegiatan berlangsung aman, tertib, sekaligus tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati Kota Yogyakarta dengan bersepeda.
Sebelumnya, Stevanus sempat menjadi salah satu anggota DPRD DIY yang menyoroti polemik pembatasan rute JLFR di kawasan Malioboro. Saat itu, dirinya menilai, sepeda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Yogyakarta.
Oleh karena itu lanjut Stevanus, berbagai kebijakan terkait pemanfaatan ruang publik perlu mengedepankan dialog, kolaborasi, dan solusi bersama agar kepentingan wisata, keselamatan, serta hak masyarakat untuk bersepeda dapat berjalan beriringan. Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang saling berhadapan, melainkan melalui komunikasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Pelaksanaan JLFR edisi Juli 2026 yang berlangsung kondusif dinilai menjadi bukti bahwa koordinasi yang baik mampu menghadirkan solusi yang mengakomodasi berbagai kepentingan.
Dukung JLFR berlanjut
Dalam pelaksanaannya, Raden Stevanus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga JLFR dapat berjalan dengan aman dan tertib. Menurutnya, JLFR tidak sekadar menjadi ajang bersepeda, tetapi telah berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai kalangan masyarakat.
"Saya mendukung kegiatan Jogja Last Friday Ride agar terus dapat dilaksanakan. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi masyarakat. Kegiatan JLFR harus dapat dikelola dengan baik sebagai salah satu agenda bulanan Kota Yogyakarta. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan ini akan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat maupun sektor pariwisata," ujarnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Stevanus menilai, suasana yang tercipta sepanjang kegiatan menunjukkan wajah Yogyakarta yang ramah dan penuh kebersamaan.
"Kalau saya lihat, kegiatan JLFR menjadi ajang yang membahagiakan bagi warga. Mereka bisa bersepeda bersama teman, rekan kerja, komunitas, maupun keluarga. Bahagia yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar dalam membangun kebersamaan masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Raden Stevanus mengatakan, Yogyakarta sejak lama dikenal sebagai kota yang ramah bagi pesepeda. Identitas tersebut perlu terus dijaga sekaligus dikembangkan melalui kebijakan yang berpihak pada mobilitas ramah lingkungan.
"Jogja dikenal sebagai Kota Sepeda dan menurut saya identitas ini harus terus dilestarikan serta dikembangkan. Kita memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sport tourism berbasis kegiatan bersepeda. Ini bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga memperkuat citra Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional," ucapnya.
Stevanus berharap, JLFR dapat terus berkembang menjadi salah satu agenda unggulan yang mampu menarik partisipasi masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah membangun komunikasi dengan berbagai pihak sehingga pelaksanaan JLFR Juli 2026 berjalan lancar.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya Bapak Wali Kota, atas kolaborasi yang sangat baik bersama berbagai pihak. Koordinasi yang dilakukan bersama Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Dinas Perhubungan DIY, Satlantas Polresta Yogyakarta, komunitas pesepeda, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci sehingga JLFR malam ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat," katanya, mengungkapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....