Gandeng UMKM, Suara Muhammadiyah Resmi Hadirkan Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915
- 11 Agt 2026 13:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suara Muhammadiyah secara resmi menghadirkan Pusat Oleh Oleh Jogja di Grha Suara Muhammadiyah, Jl. KH. Ahmad Dahlan, No. 107, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Mengusung nama toko 1915, pusat oleh-oleh ini 100 persen merupakan produk UMKM warga persyarikatan dan warga yang ada di Yogyakarta.
Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari mengatakan, pendirian Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915 lahir dari kajian mendalam terhadap potensi pariwisata Yogyakarta. Berdasarkan data, tingkat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta terus melambung tinggi.
Deni mengungkapkan, meski kunjungan wisatawan meningkat pada tahun baru lalu tetapi tingkat okupansi hotel justru berfluktuasi, akibat menjamurnya opsi penginapan alternatif. Menariknya, sektor yang konsisten tumbuh berbanding lurus dengan jumlah wisatawan adalah bisnis pusat oleh-oleh.
"Oleh karena itu, selain kami menghadirkan hotel, juga kita ingin menghadirkan pusat oleh-oleh sebagai salah satu ikhtiar kita menjawab berbagai kebutuhan wisatawan, khususnya wisatawan warga persyarikatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah yang berkunjung ke Yogyakarta," katanya saat Soft Opening Pusat Oleh Oleh Jogja 1915, Selasa, 11 Agustus 2026.
Deni menyebutkan, kekhasan pusat oleh-oleh ini terdapat dua produk resmi Suara Muhammadiyah yakni Bakpia Cahaya dan Rendang Datuk. Sedangkan produk-produk khas Yogyakarta lainnya hadir di Toko oleh-oleh 1915 sebagai bagian keberpihakan dalam mendorong produk-produk UMKM warga persyarikatan hingga warga masyarakat.
"Tujuan Muhammadiyah yang membedakannya dengan pebisnis lain adalah prinsip keadilan dan keberpihakan. Kita ingin berbisnis tidak hanya sekadar mencari profit atau benefit semata, tetapi bagaimana dorongan ekonomi itu mampu mengangkat derajat UMKM," ujarnya.
Wakil Ketua Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah, Tetra Budiarto menyampaikan apresiasi atas hadirnya Pusat Oleh Oleh Jogja 1915. Menurutnya, LPEK memiliki jaringan wisata Muhammadiyah, yang di dalamnya juga terdapat pelaku usaha profesional di bidang tour and travel atau biro perjalanan wisata, sehingga diharapkan wisatawan dari luar daerah nanti semakin mudah mencari buah tangan saat berwisata di Yogyakarta.
"Warga persyarikatan kadang yang dari luar Jogja datang itu bingung mau beli oleh-olehnya di mana," ucapnya.
Filosofi Nama 1915: Dari Dakwah Bil Qalam ke Dakwah Wisata
Penamaan 1915 bukanlah merujuk pada jam operasional toko, melainkan sebuah penghormatan sejarah (legacy). Tahun 1915 merupakan tahun lahirnya Majalah Suara Muhammadiyah (tepatnya 13 Agustus 1915) yang kini menjadi media tertua di Indonesia yang masih bertahan dan terus berkembang pesat melebihi usia satu abad.
Jika pada tahun 1915 silam Muhammadiyah memulai dakwah bil qalam (melalui tulisan dan media massa), maka di era modern ini, penamaan 1915 ditransformasikan menjadi dakwah as-siyasah ad-da'watu melalui sektor rihlah (wisata) dan pemberdayaan ekonomi umat. Sektor pariwisata dipandang bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bagian dari ibadah, silaturahmi sosial, dan penguatan kemandirian ekonomi.
Dengan dimulainya operasional Toko Oleh-Oleh 1915 ini, diharapkan ekonomi kreatif berbasis UMKM di Yogyakarta dapat semakin bertumbuh meluas dan memberikan kemanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....