Afkaaruna Islamic School Dukung Kolaborasi Indonesia-Iran

  • 25 Sep 2026 00:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta—Perkuat kolaborasi antara Indonesia dengan Iran, Pondok Pesantren Afkaaruna menggelar dialog bersama dengan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran, Dr. Yahya Jahan giri pada hari Kamis, 24 September 2026.

Dialog bertajuk “From Persia to Nusantara: Weaving Wisdom, Tradition, and Civilization” ini menjadi ruang untuk membahas hubungan historis Iran dan Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Afkaaruna Islamic School ini dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan kolaborasi kedua negara di berbagai bidang.

Yahya mengatakan hubungan Indonesia dan Iran telah berlangsung lebih dari 70 tahun secara diplomatik dan politik. Namun, hubungan kedua negara tidak hanya terbatas pada kedua aspek tersebut.

“Sejarah menunjukkan bagaimana budaya Iran (Persia) datang ke Indonesia sejak dahulu dan telah berlangsung selama berabad-abad,” ujarnya.

Menurutnya, budaya yang datang melalui perdagangan tersebut kemudian diperkaya oleh masyarakat Indonesia. Pengaruh Persia juga terlihat melalui bahasa. Penelitian terbaru menemukan hampir 1.000 kosakata Persia masih digunakan dalam bahasa Indonesia.

Yahya melihat terdapat banyak kesamaan antara Indonesia dan Iran. Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus dikembangkan melalui berbagai kolaborasi pada masa mendatang.

“Kita tidak hanya mengagumi masa lalu, tetapi juga harus bekerja untuk masa depan,” ujarnya.

Salah satu bentuk kolaborasi yang disebut Yahya adalah produksi film bersama. Produksi tersebut dapat melibatkan talenta dari Indonesia dan Iran serta mengangkat tokoh sejarah kedua negara.

Selain film, Yahya juga menyebut peluang kolaborasi dalam bidang puisi. Menurutnya, Indonesia dan Iran memiliki pengalaman serupa dalam tradisi puisi perjuangan melawan kolonialisme.

“Kami juga ingin mengembangkan kerja sama dalam bidang musik,” katanya.

Yahya mengatakan dirinya menemukan kemiripan musik antara Indonesia dan Iran. Ia juga berharap hubungan kedua negara juga dapat diperluas, khususnya melalui bidang pendidikan.

“Hampir 300 mahasiswa Indonesia sedang belajar di Iran, mulai dari kedokteran hingga filsafat, studi Islam hingga teknik,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Afkaaruna, Dr. K.H. Samsul Maarif Mujiharto, berharap terwujud kerja sama lebih konkret. “Kegiatan ini sebenarnya merupakan hasil tindak lanjut dari kunjungan saya ke kedutaan besar Iran beberapa bulan yang lalu,” ucapnya.

Samsul berharap, kegiatan ini dapat menjadi pintu bagi kolaborasi-kolaborasi selanjutnya. “Saya berharap setelah ini santri-santri dapat berkunjung ke Iran, mempelajari bahasa Persia dan peradaban Islam,” ujar Samsul.

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para santri Afkaaruna Islamic School. Salah satunya Indana Mayza Zharifa, siswa kelas XI yang bertugas sebagai pembawa acara.

“Banyak hal yang bisa kita dapatkan, seperti bagaimana pertukaran budaya dan persaudaraan itu penting. Kita juga termotivasi untuk terus belajar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....