Pembangunan Sumur Bor Danais di Imogiri Siap Mengaliri Ratusan Kepala Keluarga

  • 22 Sep 2026 12:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Kekeringan menjadi salah satu permasalahan krusial yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berbagai penanganan sementara dilakukan, termasuk langkah jangka panjang, salah satunya melalui pembangunan sumur bor. Pentingnya sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan ini, Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan pemantauan langsung pembangunan sumur bor di Lanteng 2, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Senin, 21 September 2026.

Pembangunan sumur bor tersebut dibiayai melalui Dana Keistimewaan (Danais) dengan anggaran sekitar Rp488 juta. Sumur ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan.

Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro mengatakan, pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air. Dalam monitoring tersebut, DPRD memastikan pelaksanaan pembangunan sekaligus melihat perkembangan sumber air yang mulai keluar dari hasil pengeboran.

“Alhamdulillah mulai hari ini sudah mulai bisa keluar airnya. Kemudian sudah dibuat penampungannya dan nanti ada jaringan menuju resapan air yang akan dikirim untuk memenuhi air tanah bagi kebutuhan warga,” katanya,

Nur Subiyantoro mengungkapkan, sumber air dari sumur bor ini diproyeksikan dapat membantu sekitar 350 kepala keluarga di wilayah Lanteng dan sekitarnya. Program serupa juga dilaksanakan di sejumlah lokasi lain di Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.

“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui alokasi Dana Keistimewaan untuk membantu kesulitan masyarakat ketika suasana kekeringan seperti ini,” ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD DIY Aslam Ridlo menjelaskan, anggaran awal Rp488 juta digunakan untuk pembangunan sumur, bak penampungan, dan sambungan listrik. Anggaran tersebut belum mencakup jaringan distribusi air hingga ke rumah-rumah warga.

Atas usulan Dinas PU ESDM DIY, kata Aslam, akan dilakukan adendum untuk menambah fasilitas jaringan dari bak penampungan menuju jaringan warga. Tambahan anggaran diperkirakan sekitar 8 persen dari nilai awal proyek.

“Sumur ini diperkirakan menghasilkan satu liter per detik dan bisa untuk lebih dari 200 KK. Kami berharap pada 2027 sudah bisa direalisasikan jaringan tersebut,” ujarnya.

Aslam juga menekankan pentingnya masyarakat mengetahui bahwa pembangunan fasilitas tersebut bersumber dari Dana Keistimewaan DIY.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU ESDM DIY, Subarjo, mengatakan progres pembangunan sumur bor saat ini berjalan sesuai rencana. Pekerjaan ditargetkan selesai sebelum batas waktu kontrak pada awal Desember 2026.

“Progres aman, surplus. Insyaallah sebelum berakhirnya waktu, yakni awal Desember 2026, ini bisa selesai. Semoga berhasil dan bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar Lanteng dan sekitarnya,” ujarnya, menjelaskan.

Sementara Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad mengatakan penanganan kekeringan menjadi salah satu perhatian DPRD DIY. Menurutnya, pembangunan infrastruktur air seperti sumur bor perlu terus didorong, terutama di wilayah yang belum memiliki akses air memadai.

“Kami akan terus mendorong solusi pembiayaan. Kalau perlu, kami datang ke kementerian atau Komisi V di Senayan untuk mencari solusi,” katanya, menegaskan.

Sedangkan Kepala Bidang Urusan Tata Ruang Paniradya Kaistimewan, Gunawan menjelaskan, pembangunan sumur bor merupakan salah satu program penanganan kekeringan yang dibiayai Dana Keistimewaan melalui urusan tata ruang. Program tersebut, kata dia, diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami kesulitan air, salah satunya kawasan yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Pembangunan sumur bor memang diprioritaskan untuk daerah-daerah yang kesulitan air. Salah satu kriterianya adalah belum ada jaringan PDAM yang masuk,” ujarnya, menambahkan.

Pembangunan sumur bor di Selopamioro diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek saat musim kemarau, tetapi juga memperkuat ketersediaan sumber air bagi masyarakat di kawasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....