BPBD Bantul Petakan Potensi Sumber Air untuk Atasi Kekeringan Secara Permanen

  • 30 Jul 2026 16:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul terus mendorong solusi jangka panjang dalam penanganan dampak kekeringan di Bumi Projotamansari. Salah satunya dengan mengidentifikasi potensi sumber mata air di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin mengatakan, tim akan diterjunkan ke lokasi yang mengalami krisis air. Tim tersebut lalu melakukan asesmen terkait kondisi sumber air warga setempat.

"Kami cek lokasi apakah ada Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) atau sumber air lainnya. Kalau ada dan ternyata kering, perlu diperiksa penyebabnya apa," ucapnya kepada RRI, Rabu, 29 Juli 2026.

Apabila ditemukan potensi sumber air yang masih bisa digunakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD DIY dan BNPB untuk mengajukan permohonan pembuatan sumur bor. Dengan demikian, penanganan kekeringan tidak hanya bersifat sementara melalui dropping air bersih.

"Kami upayakan supaya menjadi solusi penanganan kekeringan yang paripurna. Jadi kalau ada potensi sumber mata air, bisa dieksplorasi untuk menjadi sumur bor," katanya.

Keberadaan sumur bor diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih setiap musim kemarau. Dengan adanya akses air permanen, warga akan lebih tenang saat kekeringan kembali melanda.

"Kami ingin ada penyelesaian kekeringan yang permanen, tidak mengandalkan dropping air saja," ucapnya.

Selain itu, berkurangnya kebutuhan dropping air bersih memungkinkan BPBD Bantul membagi sumber daya untuk menghadapi potensi bencana lain selama musim kemarau.

"Selain kekeringan, kami juga berkonsentrasi pada potensi kebakaran. Jika dropping airnya berkurang, maka suplai airnya bisa dialokasikan apabila terjadi kebakaran," ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....