Sebanyak 100 Teman Difabel Membatik Bersama, Dorong Kemandirian dan Produktivita
- 17 Sep 2026 07:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebanyak 100 teman difabel mengikuti pelatihan membatik secara serentak pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas agar terus berkarya, berkembang, dan meningkatkan kemandirian.
Kegiatan bertajuk “Membatik Bersama 100 Difabel: Wujudkan Difabel Mandiri dan Produktif, Menuju DIY Sentra Batik Difabel” tersebut digelar Mandiri Utama Finance bersama Difabel Zone di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam, mengatakan membatik mengajarkan nilai ketekunan, ketelitian, dan keberanian dalam menghasilkan sebuah karya. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat kegiatan yang bertujuan membuka ruang dan memperluas kesempatan bagi teman difabel untuk berkarya.
“Dalam pengertian itulah kegiatan membatik bersama 100 difabel hari ini menjadi ikhtiar untuk membuka ruang, memperluas kesempatan dan meneguhkan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk tumbuh serta menghasilkan karya yang bernilai,” ujar Sri Paduka saat memberikan sambutan di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Sri Paduka menambahkan, salah satu tantangan saat ini adalah memastikan kekayaan budaya dapat menghadirkan ruang partisipasi yang setara dan inklusif. Setiap individu perlu mendapatkan kesempatan untuk berkarya dan berkembang serta memperoleh penghargaan yang layak atas karya yang dihasilkan.
“Dari sinilah cita-cita menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu sentra batik difabel Indonesia memperoleh maknanya. Sebuah ekosistem tempat kebudayaan kreativitas, pemberdayaan sosial dan kemandirian ekonomi saling menguatkan,” kata Sri Paduka.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan identitas batik difabel Yogyakarta yang memiliki kekhasan, karakter, dan nilai budaya tersendiri. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendorong munculnya talenta-talenta baru di bidang pembatikan.
“Semoga dari 100 pembatik yang berkarya ini tumbuh lebih banyak ruang bagi talenta-talenta baru. Sebab, Yogyakarta yang istimewa adalah Yogyakarta yang memberikan kesempatan kepada tiap warganya untuk turut mencipta berkarya dan hidup mandiri dalam martabat,” katanya.
Pemberdayaan Berkelanjutan Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Suyarno, mengapresiasi kolaborasi PT Mandiri Utama Finance dan Difabel Zone dengan Pemda DIY melalui Dinsos DIY dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemda DIY dalam mendorong pembangunan inklusif, termasuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan yang setara.
Sebanyak 100 teman difabel yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas 23 orang penyandang disabilitas daksa, 7 orang penyandang cerebral palsy, 40 orang penyandang polio, 11 orang penyandang disabilitas rungu wicara, 12 orang penyandang disabilitas intelektual rungu tunagrahita, 4 orang penyandang disabilitas mental tunalaras, 1 orang penyandang low vision, dan 1 orang penyandang autisme.
Suyarno menambahkan, seluruh peserta akan mendapatkan bantuan berupa peralatan membatik serta pembinaan selama satu bulan dari PT Mandiri Utama Finance.
Karya batik yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut juga direncanakan dipromosikan di Yogyakarta International Airport (YIA) dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2026 pada 3 Desember mendatang.
“Karena bagi kami, pemberdayaan penyandang disabilitas bukan sekedar memberikan bantuan, tetapi membuka akses dan kesempatan agar mereka dapat berkarya dan berdaya secara berkelanjutan,” kata Suyarno.
Dorong Peluang Ekonomi Pada kesempatan yang sama, Branch Manager PT. Mandiri Finance Yogyakarta, Felicinus Ari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen PT Mandiri Finance bersama Dinas Sosial DIY untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi teman-teman difabel di wilayah Yogyakarta.
Ari menambahkan, pihaknya telah memberikan dana bantuan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan kreativitas, khususnya dalam kegiatan membatik. Bantuan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk menyalurkan bakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Karena itu kami berharap bantuan ini tidak hanya berhenti sebagai bantuan semata, tetapi dapat menjadikan modal untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan ekonomi bagi teman-teman,” kata Ari.
Ari juga meminta agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan ekonomi para penerima manfaat.
“Semoga dari kegiatan membatik ini lahir karya-karya yang membanggakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membuka peluang usaha, dan meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....