Injourney Airports Dukung Kemandirian Disabilitas di Kulon Progo

  • 07 Sep 2026 18:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports melalui Kantor Regional IV bersama Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) berkomitmen menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Langkah ini diwujudkan melalui Program InJourney Airports Ramah Difabel. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 PT Angkasa Pura Indonesia.

Dalam pelaksanaan di Kabupaten Kulon Progo, InJourney Airports menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada dua komunitas penyandang disabilitas lokal, yakni Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Kulon Progo serta Kelompok Disabilitas Ceria di Kalurahan Janten, Kapanewon Temon.

Bantuan yang disalurkan ini menyasar aspek kelembagaan, peningkatan kapasitas, hingga kemandirian ekonomi masyarakat disabilitas. Selain itu juga berfokus pada penguatan fasilitas dan aktivitas organisasi untuk menunjang program pendidikan, advokasi, serta penguatan kapasitas anggota.

Bantuan fisik yang diberikan meliputi perangkat kerja, pelatihan literasi digital bagi anggota, sosialisasi penanggulangan bencana yang inklusif, serta penguatan kapasitas pengurus organisasi.

Selain itu bantuan juga diberikan pada pengembangan usaha kriya batik "Batik Ceria" di Kalurahan Janten, Kapanewon Temon, yang dikelola oleh 22 orang penyandang disabilitas bersama para pendamping. Dukungan ini mencakup pelatihan teknik membatik guna meningkatkan kualitas motif dan pewarnaan, penyediaan sarana produksi seperti kompor batik dan bahan baku, serta fasilitas pendukung lainnya.

Program ini turut dilengkapi dengan penyediaan alat bantu mobilitas berupa kursi roda dan tongkat jalan, serta penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan berkala melalui Posbindu Disabilitas bekerja sama dengan Puskesmas Temon II.

Regional CEO Kantor Regional IV PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Rahadian D Yogisworo, menjelaskan, di usia yang menginjak dua tahun, PT Angkasa Pura Indonesia terus berupaya memastikan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

"Kami berkomitmen untuk tidak hanya menghadirkan pelayanan kebandarudaraan yang aman, nyaman, dan berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami. Bagi kami, lingkungan yang ramah difabel bukan hanya tentang fasilitas, tetapi juga tentang kesempatan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak serta potensi setiap individu," ujarnya, Senin 7 September 2026.

Kesempatan bertumbuh

Lebih lanjut, Rahadian menjelaskan nilai utama dari program ini terletak pada terciptanya kesempatan bagi para penerima manfaat untuk terus tumbuh, berkembang, dan membangun kemandirian jangka panjang.

"Bantuan yang diberikan memang belum dapat menjawab seluruh kebutuhan yang ada. Namun, kami berharap dukungan ini dapat menjadi bentuk kepedulian dan dukungan nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk terus berkarya, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui inisiatif ini, InJourney Airports mendorong terciptanya ekosistem sosial yang semakin inklusif, baik melalui penyediaan fasilitas penunjang maupun pembukaan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengasah keterampilan dan kegiatan produktif.

Secara nasional, program serupa juga dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah kantor regional PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) lainnya, dengan total penyaluran bantuan disalurkan kepada 12 komunitas penyandang disabilitas di berbagai daerah operasional perusahaan.

Rahadian menambahkan, Pelaksanaan di Kulon Progo sendiri berjalan optimal berkat sinergi erat dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo serta komunitas lokal terkait.

Momentum HUT ke-2 PT Angkasa Pura Indonesiaini sekaligus menjadi pengingat bahwa pertumbuhan korporasi harus senantiasa beriringan dengan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyangga operasional bandara.

"Semoga program ini bisa menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan dan legacy yang baik, berupa kepedulian, kebermanfaatan, serta perubahan positif yang dapat terus dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Peduli difabel

Panewu Temon, Rusdi Suwarno, mengaku berterima kasih kepada PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atas penyaluran CSR bagi masyarakat. Hal ini merupakan bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.

"Sebagai bagian dari masyarakat, hal inilah yang sangat kami harapkan, yaitu

adanya pengakuan, kepedulian serta kesempatan bagi teman-teman difabel di Kulon Progo untuk terus berkarya. Teman-teman difabel adalah pribadi-pribadi yang istimewa. Sepanjang pelatihan, mereka membuktikan ketelitian, kreativitas, dan antusiasme

yang luar biasa.” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo, Ernawati Sukeksi mengatakan, PT Angkasa Pura Indonesia pada usia ke-2 sudah banyak menebar aksi kepedulian di Kulon Progo.

"Kami juga mengapresiasi dan merasa terhormat karena Kulon Progo menjadi salah satu lokasi untuk penyaluran bantuan. Selanjutnya, bagi penerima bantuan, yaitu PPDI dan Kelompok Difabel Ceria, untuk dapat memanfaatkan bantuan seoptimal mungkin sesuai dengan tujuan utama dari pemberian bantuan ini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....