HUT ke-81 RRI, Semangat Juang Diwariskan ke Generasi Penerus

  • 11 Sep 2026 16:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI serta dilanjutkan dengan penyulutan Obor Tri Prasetya sebagai tradisi dalam momentum Hari Bhakti Radio 2026 di Auditorium RRI Yogyakarta, Jumat 11 September 2026.

Upacara yang diikuti seluruh angkasawan dan angkasawati (sebutan pegwai) RRI Yogyakarta tesebut berlangsung khidmat sejak awal hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan. Menariknya, para angkasawan dan angkasawati mengenakan seragam dinas yang dilengkapi atribut daerah.

Dalam upacara tersebut, turut diserahkan penghargaan Satyalencana kepada tiga pegawaiRRI Yogyakarta, yakni Nunuk Harianti, Surantinah, dan Ripdiyono. Penghargaan itu merupakan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia yang diberikan kepada warga negara atau pegawai yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

Nunuk Harianti, mewakili penerima penghargaan Satyalencana, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi bagi lembaga.

Ia juga berharap penghargaan yang diterimanya, dapat menjadi motivasi bagi generasi penerus. Meski demikian, perjalanan selama tiga dekade, mulai dari Departemen Penerangan hingga saat ini, menurutnya tidak mudah dan menghadapi berbagai tantangan.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) RRI Yogyakarta, Nunuk Harianti saat ditemui di Auditorium RRI Yogyakarta. (Foto: RRI/Fika Azalea)

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) RRI Yogyakarta tersebut juga menilai tantangan tebesar RRI saat ini ialah adalah kemajuan teknologi. Meski demikian, Nunuk menilai RRI mampu beradaptasi di era digital dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah RRI sudah bisa mewujudkan itu, RRI sudah bisa menyesuaikan dan memberikan sesuatu yang tentu ini sangat diharapkan masyarakat yakni hiburan, kemudian informasi-informasi yang terpercaya sehingga RRI menjadi suatu media yang berdampak relevan dan menginspirasi ke Indonesia," ucapnya saat ditemui di sela kegiatan.

Selanjutnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyulutan Obor Tri Prasetya yang menjadi tradisi dalam peringatan Hari Bhakti RRI. Tidak hanya di LPP RRI Yogyakarta, tepat pukul 09.00 seluruh satuan kerja LPP RRI secara bersama menyalakan Obor Tri Prasetya.

Kepala Stasiun LPP RRI Yogyakarta, Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya, menjelaskan kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mewarisi semangat juang angkasawan dan angkasawati (sebutan pegawai RRI) terdahulu.

Menurut Taufan, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu RRI penting ditanamkan kepada generasi penerus. Ia menegaskan, generasi saat ini sudah sepantasnya meneladani sekaligus meneruskan semangat juang angkasawan dan angkasawati terdahulu.

“Ini acara rutin ya tiap tahun, tapi jangan dilihat sebagai simbol saja, tetapi ada mewarisi semangat juang angkasawan angkasawati yang terdahulu itu. Pandu-pandu RRI itulah yang penting ditanamkan. Oleh karena itu, bagi kita semua ini, generasi-generasi penerusnya ini, wajib untuk mewarisi semangat itu,” ujarnya saat ditemui.

Taufan juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital dan hadirnya berbagai multiplatform yang mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi. Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan jumlah pendengar radio. Meski demikian, di usia RRI yang ke-81, Taufan optimistis RRI mampu merebut kembali pendengar yang kini beralih ke berbagai platform digital.

"Oleh karena itu, RRI hadir dengan berbagai platform. Bahkan kita hadir di eh gadget melalui aplikasi RRI Digital yang mana dapat diakses dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Itu hasilnya luar biasa sekali. Dari peringkat penyedia aplikasi media, RRI masuk di ranah 10 besar. Jadi, itu adalah ada satu, sisi kita berkurang pendengar radionya, tapi di sisi lain kita harus rebut itu," katanya

Kepala Stasiun LPP RRI Yogyakarta, Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya saat ditemui usai acara. (Foto: RRI/Paramita)

Ia juga berpesan kepada seluruh angkasawan dan angkasawati, khususnya di RRI Yogyakarta, agar terus meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan media. Menurutnya, meskipun RRI merupakan lembaga pemerintah, para pegawai harus tetap memiliki pola pikir sebagai insan lembaga penyiaran yang adaptif.

“Oleh karena itu ayo berinovasi, Teman-teman yang senior memberikan kesempatan Bagi junior, yang junior juga harus menghargai, menghormati yang senior. Perlu ada kolaborasi dan kerja sama gitu," ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....