Gelar Kejurda, NPCI DIY lakukan Seleksi dan Pembibitan Atlet Disabilitas
- 01 Agt 2026 16:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) III NPCI DIY Tahun 2026. Mengusung tema "Melampaui Batas, Meraih Prestasi", ajang olahraga disabilitas tingkat provinsi ini digelar selama beberapa hari yakni tanggal 1, 2, 5, dan 9 Agustus 2026.
Ketua Panitia Kejurda III NPCI DIY 2026, Ratna Kumala Setyaningrum, menjelaskan, ajang ini dirancang secara terpadu untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus menjadi sarana seleksi dan pembibitan atlet-atlet disabilitas potensial di DIY.
"Kegiatan ini sebetulnya dilaksanakan masing-masing cabang olahraga, namun agar mengangkat nilai kebersamaan, kita kemas secara bersama-sama pada tanggal 1, 2, 5, dan 9 Agustus 2026," ujar Ratna, seusai upacara pembukaan di Taman Budaya Kulon Progo, Sabtu 1 Agustus 2026.
Kejurda III NPCI DIY 2026 ini, jelasnya, diikuti oleh 460 atlet yang mewakili 5 kabupaten/kota di seluruh wilayah DIY. Untuk mendukung kelancaran ajang bergengsi ini, panitia menerjunkan pelaksana dan perangkat pertandingan yang solid, meliputi 18 Technical Delegate (TD), 9 Koordinator Cabang Olahraga, 134 Wasit dan Juri, 90 Aparat Pertandingan, 60 Tenaga Medis, dan 30 Personel Keamanan.
Total ada 12 cabang olahraga (cabor) diperlombakan dalam Kejurda kali ini, antara lain Angkat Berat, Atletik, Anggar, Balap Sepeda, Boccia, Bulu Tangkis, Catur, Panahan, Renang, Taekwondo, Tenis Meja, Tenis dan Kursi Roda.
Ratna menjelaskan Kejurda III ini memiliki peran strategis sebagai ajang seleksi pembibitan atlet baru serta penerapan sistem promosi dan degradasi bagi atlet yang saat ini menghuni Pelatihan Daerah (Pelda).
"Ini merupakan ajang seleksi dan pembibitan untuk atlet-atlet baru yang berprestasi. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang promosi dan degradasi. Jika ada atlet Pelda yang pencapaiannya kalah dari atlet baru, akan kita diskusikan kembali untuk memberikan peluang masuk ke Pelda persiapan Peparnas mendatang," ujarnya.
Lebih lanjut, Ratna menyoroti pentingnya regenerasi atlet difabel di DIY. Menurutnya, sebagian besar atlet andalan DIY saat ini sudah memasuki usia di atas 30 tahun, sehingga pembibitan atlet muda menjadi fokus utama sejak tahun 2025 dan 2026.
"Sejak tahun 2025 kita sudah melakukan talent scouting. Atlet DIY memang bagus, tetapi banyak yang sudah berusia di atas 30 tahun. Mulai tahun 2026 ini kita harus mempersiapkan bibit-bibit atlet regenerasi yang siap menggantikan. Target utama kita tahun ini adalah pembibitan," ucapnya
Meskipun DIY memiliki potensi unggulan di beberapa cabor seperti tenis kursi roda, atletik, dan renang, jumlah atlet pada cabang tertentu seperti renang dan tenis kursi roda, masih terbilang terbatas. Lewat penyelenggaraan Kejurda III 2026 ini, NPCI DIY berharap dapat melahirkan talenta-talenta muda baru yang siap membawa nama DIY dan Indonesia di panggung olahraga nasional maupun internasional.
Ketua NPCI DIY, Sudartatik, menjelaskan, Kejurda tersebut secara teknis merupakan single event bagi masing-masing cabor. Penyatuannya dalam satu rangkaian bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mempererat kebersamaan antar-atlet.
"Pada dasarnya Kejurda merupakan single event bagi masing-masing cabang olahraga. Namun pada tahun ini, penyelenggaraannya diselaraskan dalam satu rangkaian kegiatan agar tercipta efisiensi, memperkuat koordinasi, sekaligus membangun semangat kebersamaan antar-cabang olahraga," ujarnya.
Pemilihan Kabupaten Kulon Progo sebagai tuan rumah pelaksanaan Kejurda III NPCI DIY 2026 bukan tanpa alasan. Menurutnya, ajanh ini dijadikan sebagai simulasi awal menjelang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V DIY Tahun 2027, di mana Kulon Progo dipercaya menjadi tuan rumah.
"Penyelenggaraan Kejurda tahun ini dipusatkan di Kulon Progo sebagai bagian dari persiapan menuju Peparda V DIY Tahun 2027, di mana Kulon Progo akan menjadi tuan rumah. Kejurda ini kami jadikan sebagai mini trial untuk menguji kesiapan penyelenggaraan sehingga berbagai aspek dapat dievaluasi dan disempurnakan," ujarnya.
Sudartatik berharap ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di DIY sekaligus mempersiapkan ajang Peparda mendatang.
"Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, hormati lawan dan perangkat pertandingan, serta jadikan kejuaraan ini sebagai pengalaman untuk terus berkembang. Semoga Kejurda III NPCI DIY 2026 berjalan lancar, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi," ujarnya.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan, pihaknua berkomitmen penuh untuk mendukung keberlangsungan serta kemajuan olahraga bagi penyandang disabilitas di wilayahnya. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak akan membeda-bedakan dukungan terhadap seluruh elemen masyarakat dalam bidang olahraga.
"Kami selaku Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen akan selalu merangkul dan tidak akan pernah membeda-bedakan siapapun. Kita akan selalu membersamai serta mendukung kegiatan keolahragaan yang ramah inklusif ini," ujarnya.
Ambar menaruh harapan besar pada pencapaian prestasi para atlet lokal yang bertanding di ajang bergengsi tingkat provinsi ini.
Melihat semangat tinggi para atlet disabilitas Kulon Progo, Ambar Purwoko berharap mereka dapat mengukir prestasi terbaik dan membawa harum nama daerah di papan atas perolehan medali.
"Harapan dan target kami untuk Kulon Progo sebagai tuan rumah, atlet-atlet yang penuh semangat ini bisa membawa Kulon Progo meraih posisi juara satu atau dua," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....