DIY Percepat Penguatan YIA sebagai Gerbang Wisata Koridor JOGLOSEMAR
- 28 Jul 2026 18:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY bersama berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat langkah percepatan pengembangan Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai gerbang pariwisata internasional Koridor JOGLOSEMAR. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan konektivitas penerbangan, integrasi destinasi wisata, serta sinergi lintas sektor untuk mengoptimalkan peran bandara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Strategis Kepariwisataan melalui Jejaring Ekosistem YIA yang berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 27 Juli 2026. Pertemuan dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemda DIY, Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-DIY, serta perwakilan organisasi kepariwisataan.
General Manager YIA Muhammad Thamrin menjelaskan tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan lagi pembangunan infrastruktur, melainkan pemanfaatan kapasitas bandara yang masih jauh dari optimal. Dari kapasitas layanan mencapai 20 juta penumpang per tahun, pemanfaatannya baru sekitar 25 persen.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan percepatan pengembangan YIA membutuhkan kolaborasi yang terstruktur dengan pembagian peran yang jelas di antara seluruh pihak terkait. Menurutnya, penyusunan peta jalan beserta target implementasi menjadi langkah penting agar pengembangan YIA berjalan terarah dan memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata maupun perekonomian daerah.
"Kalau ingin akselerasi, harus jelas siapa berbuat apa. Semua kontribusi harus dituangkan secara tertulis sehingga setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas. Roadmap harus segera difinalisasi dan progresnya terus dikawal karena dampaknya bukan hanya bagi bandara, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," kata Ni Made.
Ia mencontohkan keberhasilan DIY menghadirkan embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia sebagai bukti bahwa sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan mampu menghasilkan program strategis apabila didukung komitmen bersama.
"Kita belajar ketika menyiapkan embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia. Kita memiliki strategi, menjalankannya bersama, dan berhasil karena ada komitmen dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Semangat yang sama harus kita bangun untuk akselerasi YIA. Yang paling penting adalah komitmen. Skemanya diselesaikan terlebih dahulu, kemudian kita evaluasi bersama agar progresnya terus berjalan," ujar Ni Made.
Sekda DIY meminta rancangan aksi disusun dalam waktu satu pekan sebagai dasar penyusunan roadmap 100 hari. Pelaksanaan program ditargetkan mulai berjalan pada 15 Oktober 2026 dengan sasaran utama memperluas pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia, China, dan India. Strategi tersebut akan didukung melalui sales mission, promosi terpadu, serta kolaborasi DIY dan Jawa Tengah dalam pengembangan Koridor JOGLOSEMAR.
Dalam paparannya, Muhammad Thamrin menyampaikan YIA telah memiliki infrastruktur bertaraf internasional. Bandara tersebut kini melayani 13 maskapai dengan 17 rute domestik dan tiga rute internasional. Selain didukung landasan pacu sepanjang 3.250 meter yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777ER, YIA juga memiliki terminal seluas 219 ribu meter persegi serta fasilitas kargo domestik dan internasional.
Meski demikian, hingga 2025 jumlah penumpang baru mencapai sekitar empat juta orang atau seperempat dari kapasitas terminal. Menurut Thamrin, kondisi tersebut dipengaruhi oleh awal operasional YIA yang bertepatan dengan pandemi Covid-19.
"Tantangan kita hari ini bukan lagi membangun bandara, melainkan mengoptimalkan kapasitas yang sudah tersedia. Kuncinya adalah memperkuat konektivitas penerbangan, membangun permintaan pasar, dan mengintegrasikan seluruh ekosistem pariwisata agar YIA benar-benar menjadi gerbang utama wisatawan mancanegara ke Yogyakarta dan kawasan JOGLOSEMAR," ujar Thamrin.
Ia menambahkan, strategi JOGLOSEMAR Integrated Tourism Corridor dirancang untuk menghubungkan penerbangan, destinasi wisata unggulan, transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif dalam satu ekosistem perjalanan yang terpadu. Implementasi strategi tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 75 persen dalam lima tahun, memperpanjang lama tinggal wisatawan menjadi 5–7 hari, meningkatkan belanja wisatawan hingga sekitar US$2.800 per perjalanan, serta berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY dan Jawa Tengah sekitar Rp4 triliun.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aria Nugrahadi menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah, YIA, Badan Otorita Borobudur (BOB), dan pelaku industri pariwisata agar seluruh langkah pengembangan berjalan dalam satu orkestrasi.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi. Ia mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan InJourney Airports dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) terkait pembukaan pasar baru serta pengembangan rute internasional. Koordinasi juga terus dilakukan bersama BOB dan pemerintah kabupaten/kota guna mendukung implementasi strategi Koridor JOGLOSEMAR.
Sementara itu, Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardiyanto Setyo Aji menilai keberhasilan pengembangan YIA sangat bergantung pada kemampuan membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Untuk mempercepat implementasi, GIPI mengusulkan tiga langkah cepat, yakni penguatan konektivitas penerbangan internasional (Connectivity Push), pengembangan paket wisata terpadu Joglosemar Pass, serta promosi dan penjualan bersama melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, maskapai penerbangan, dan pelaku industri pariwisata.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, penguatan ekosistem YIA diharapkan semakin memperkokoh posisi bandara sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara ke Koridor JOGLOSEMAR. Langkah tersebut juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor UMKM, perhotelan, restoran, transportasi, ekonomi kreatif, jasa perjalanan wisata, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat DIY dan Jawa Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....