Rektor UGM Ova Emilia Raih Doktor HC dari University of Dundee, Skotlandia

  • 30 Jun 2026 15:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menerima gelar doktor Honoris Causa (HC) dari University of Dundee, Skotlandia, pada Jumat, 26 Juni 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan kedokteran, kesehatan masyarakat, kepemimpinan di perguruan tinggi, serta upayanya mempererat kerja sama antara UGM dan University of Dundee.

Penganugerahan gelar kehormatan itu berlangsung dalam upacara wisuda University of Dundee dan diserahkan langsung oleh Kanselir University of Dundee, The Rt Hon. The Lord George Robertson of Port Ellen KT, di hadapan para lulusan Sekolah Kedokteran.

Bagi Ova, penghargaan tersebut memiliki makna yang istimewa. Sebelum mengemban berbagai jabatan akademik, ia pernah menempuh pendidikan Magister Medical Education di University of Dundee dan lulus pada tahun 1991. Dalam pidato penerimaannya, Ova mengungkapkan bahwa dirinya kembali ke kampus tersebut bukan hanya sebagai seorang alumni, tetapi juga sebagai saksi atas besarnya pengaruh University of Dundee terhadap perkembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.

“Saat ini, saya berdiri di hadapan Anda dengan rasa bangga yang mendalam, bukan hanya sebagai alumni, namun sebagai saksi atas pengaruh institusi ini terhadap pendidikan kedokteran di Indonesia,” ucapnya.

Ova juga mengenang pengalamannya sebagai mahasiswa Indonesia pertama yang menempuh studi di kampus tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar di University of Dundee menjadi titik awal perjalanan akademik yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia pendidikan.

“Saya didorong oleh rasa ingin tahu yang tak pernah padam untuk menjelajahi jalan yang belum pernah saya lalui, pada saat itu, saya adalah orang Indonesia pertama yang belajar di aula ini,” ujar Ova.

Penghargaan gelar doktor Honoris Causa (HC) kepada Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan kedokteran, kesehatan masyarakat, kepemimpinan di perguruan tinggi, serta upayanya mempererat kerja sama antara UGM dan University of Dundee. (Foto: Dok. UGM)

Sepulang dari Skotlandia, Ova mendedikasikan dirinya untuk memajukan pendidikan kedokteran di Indonesia. Ia turut mendorong berbagai pembaruan hingga pendidikan kedokteran menjadi salah satu prioritas nasional. Salah satu hasilnya adalah penetapan keberadaan dokter spesialis sebagai syarat akreditasi nasional bagi seluruh fakultas kedokteran di Indonesia.

“Kami berupaya memposisikan Pendidikan Kedokteran sebagai prioritas nasional, yang pada akhirnya membentuk kebijakan dan mempercepat pembangunan di seluruh kepulauan,” katanya.

Ova menuturkan, pendekatan pembelajaran yang diadaptasi dari University of Dundee, khususnya metode Problem-Based Learning (PBL), menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi pendidikan di UGM. Model tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu tonggak pembaruan sistem pembelajaran kedokteran di Indonesia.

“Hingga kini,UGM terus berperan dalam mengembangkan sistem pembelajaran klinis serta berbagai sumber belajar di tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Ova juga mengenang berbagai pelajaran berharga yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Dundee, terutama mengenai keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi mewujudkan perubahan yang lebih besar.

“Kita diajak keluar dari zona nyaman dan terus belajar dengan rendah hati, serta berani memperjuangkan gagasan-gagasan yang menantang,” katanya.

Menutup pidatonya, Ova menyampaikan rasa terima kasih kepada University of Dundee yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik dan kepemimpinannya hingga saat ini.

“Terima kasih telah menjadi tempat yang membentuk visi dan cita-cita saya, serta terus menginspirasi para pemimpin masa depan,” ujarnya.

Penganugerahan gelar doktor Honoris Causa ini menjadi pengakuan internasional atas kiprah Ova Emilia dalam memajukan pendidikan kedokteran dan memperkuat kolaborasi akademik lintas negara. Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan kontribusi UGM dalam pengembangan pendidikan tinggi dan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....