Anak Pedagang Ikan Keliling Raih Mimpi Kuliah di UGM Berbekal Prestasi
- 18 Jul 2026 15:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kerja keras dan ketekunan mengantarkan Rofi Arif Robbani, putra seorang pedagang ikan keliling asal Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, mewujudkan impiannya menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Selama bersekolah di SMA Negeri 1 Maos, Rofi aktif belajar, berorganisasi, melakukan penelitian, serta mengikuti berbagai kompetisi. Ia menerapkan skala prioritas dalam menyelesaikan setiap tanggung jawab, termasuk menuntaskan penelitian untuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di tengah persiapan ujian akhir sekolah.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan raihan delapan prestasi dari tingkat kabupaten hingga internasional. Di antaranya Juara 1 Festival ELINS FMIPA UGM 2024, Silver Medal Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2023, serta Bronze Medal pada International Science and Invention Fair (ISIF) 2023, Youth International Science Fair (YISF) 2024, dan International Youth Business Competition (IYBC) 2024. Ia juga aktif sebagai Duta Literasi Perpustakaan Griya Pasinaon dan anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
Pengalaman menjadi finalis Festival Elektronika dan Instrumentasi (ELINS) FMIPA UGM 2024 menjadi titik balik yang semakin menguatkan tekadnya untuk berkuliah di kampus tersebut. “Waktu datang ke FMIPA UGM saya benar-benar bilang ke diri sendiri, pokoknya saya harus keterima UGM bagaimana pun caranya,” tuturnya ketika ditemui Tim Pemberitaan Humas UGM.
Berbeda dari perkiraan banyak temannya yang menganggap ia akan memilih bidang sains atau rekayasa, Rofi justru mantap memilih Psikologi. Ia ingin berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental dan bercita-cita melanjutkan pendidikan profesi psikolog atau magister setelah lulus.
Momen pengumuman SNBP menjadi kenangan yang tak terlupakan. Didampingi ibunya di rumah, Rofi sempat diliputi kecemasan hingga menitikkan air mata sebelum hasil diumumkan. Rasa haru pun pecah saat namanya dinyatakan lolos di Fakultas Psikologi UGM. “Yang pertama saya bilang waktu itu cuma, ‘Hah, keterima’,” ucap Rofi.
Kebahagiaan keluarga kembali bertambah setelah Rofi memperoleh UKT 0 atau subsidi biaya pendidikan 100 persen. Saat mengetahui kabar tersebut, ia langsung menghubungi ibunya melalui panggilan video. “Itu benar-benar sebuah berkah bagi kami. Saya jadi bisa kuliah dengan lebih tenang tanpa harus terlalu memikirkan biaya,” ucapnya.
Di balik keberhasilan itu, terdapat perjuangan sang ayah, Hasan Ismail, yang setiap hari berkeliling menjajakan ikan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski penghasilannya tidak menentu, ia tetap bekerja dengan penuh semangat. “Yang penting saya usaha. Berapa pun hasilnya, itu rezeki kami,” katanya.
Hasan mengaku sempat heran ketika Rofi kecil bercita-cita kuliah di UGM. Namun, ia selalu mendukung keinginan putranya hingga akhirnya mimpi tersebut menjadi kenyataan. “Saya tidak menyangka anak saya bisa diterima di UGM. Harapan saya, Rofi bisa kuliah dengan baik, terus berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari sang ibu, Suharti, yang menjadi tempat Rofi berbagi cerita dan memberikan semangat saat menghadapi berbagai tantangan. “Saya sangat bersyukur, terima kasih UGM. UKT nol ini sangat membantu sehingga Rofi bisa lebih fokus belajar,” ujarnya.
Bagi Rofi, kesempatan belajar di UGM merupakan awal perjalanan baru untuk mengembangkan diri, memperluas jejaring, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi.
“Jangan pernah merasa mimpi kalian ketinggian. Jangan pernah merasa tidak punya kesempatan. Kesempatan itu akan selalu ada selama kita mau berusaha. Apa pun tantangannya, mulai saja dulu. Insyaallah apa yang dimulai dengan niat baik pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga,” kata Rofi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....