Menjaga Pasar Rakyat Menjadi Ruang Ekonomi yang Nyaman Bebas dari Sampah
- 28 Jun 2026 11:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, termasuk di pusat perekonomian seperti pasar tradisional. Pengelolaan lingkungan pasar akan diperkuat untuk mewujudkan pasar rakyat yang nyaman dan layak dikunjungi wisatawan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, sebagai pusat perekonomian, pasar rakyat juga memiliki potensi sebagai destinasi alternatif wisatawan. Hanya saja diakui, tantangan terbesar dalam mewujudkan pasar rakyat sebagai destinasi wisata alternatif dibutuhkan komitmen bersama, karena pasar memang didominasi bahan pangan basah.
Ambar mengungkapkan, pengelolaan sampah hingga saluran drainase menjadi perhatian serius, termasuk perlunya perhatian lebih dari kebersihan area publik dan fasilitas umum ini. Diakuinya, pendekatan pengelolaan kebersihan bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasar.
"Kegiatan kerja bakti atau gotong royong diperlukan sehingga akan didorong agar lebih terjadwal sesuai kebutuhan, seperti pembersihan saluran air hujan dan pruning, dengan melibatkan pengelola pasar, pedagang, dan paguyuban,” katanya, Minggu, 28 Juni 2026.
Ambar mengungkapkan, Dinas Perdagangan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan kebersihan terutama di lingkungan pasar. Termasuk dengan kerja bakti rutin yang akan digelar di Pasar Ngasem ini diharapkan bisa diterapkan di seluruh pasar rakyat yang ada di Kota Yogyakarta sebagai bagian pemeliharaan lingkungan.
"Sistem pengelolaan kebersihan yang selama ini telah berjalan melalui petugas kebersihan dan pengelola pasar. Evaluasi tersebut diarahkan untuk menyusun standar operasional yang lebih optimal terkait kebersihan, pengelolaan sampah, penataan lingkungan, serta pelaksanaan kerja bakti," ucapnya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, pasar yang telah menjadi tujuan wisata harus dirawat dengan baik agar tetap nyaman bagi pengunjung. Ia meminta agar para pedagang juga menyediakan waktu khusus untuk membersihkan lingkungan pasar secara rutin.
"Aktivitas perdagangan yang terus berlangsung tanpa disertai perhatian terhadap kebersihan lingkungan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari sampah hingga saluran drainase yang tersumbat," katanya, mengungkapkan.
Hasto mengajak seluruh pedagang untuk memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar. Menurutnya, pasar yang bersih dan tertata tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga akan meningkatkan daya tarik pasar sebagai destinasi wisata sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pedagang.
“Kalau lingkungannya bersih dan apik, tentu pengunjung akan lebih nyaman. Pasar menjadi lebih menarik, dan pada akhirnya bisa berdampak baik bagi para pedagang,” ujarnya.
Hasto mencontohkan, Pasar Ngasem yang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari pariwisata Kota Yogyakarta memiliki keunggulan terutama dari sejumlah kuliner tradisional khas yang dijajakan. Tetapi ketika hal tersebut tidak diiringi dengan kebersihan, maka kenyamanan wisatawan juga akan terganggu dan berpotensi akan membuat pengunjung kapok.
"Setelah laris, tentu harus dirawat dengan baik. Kebersihan menjadi bagian penting agar wisatawan semakin nyaman datang ke pasar,” ujarnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....