Menjaga Tiga Sungai, Merawat Wajah Yogyakarta
- 17 Sep 2026 14:29 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah aktivitas Kota Yogyakarta yang terus bergerak, aliran sungai menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Sungai mengalir di antara kampung, permukiman, jalan, dan ruang hidup warga, meski tidak selalu terlihat dari permukaan.
Tiga sungai utama membelah Kota Yogyakarta dari utara ke selatan, yakni Sungai Winongo di sisi barat, Sungai Code di bagian tengah, dan Sungai Gajah Wong di sisi timur.
Ketiganya bukan sekadar bentang alam yang melintasi wilayah perkotaan. Sungai menjadi bagian dari ekosistem kota sekaligus menyimpan cerita mengenai lingkungan, kehidupan masyarakat, dan hubungan manusia dengan alam.
Sungai dan kehidupan warga
Sungai Code menjadi salah satu sungai yang memiliki kedekatan erat dengan kehidupan warga Kota Yogyakarta. Alirannya melewati kawasan perkotaan dan permukiman sehingga keberadaannya bersinggungan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat.
Di sepanjang bantaran, rumah, kampung, ruang interaksi, dan aktivitas sosial tumbuh berdampingan dengan aliran sungai. Kondisi tersebut membuat pengelolaan sungai tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal.
Penataan bantaran, kebersihan, keamanan kawasan, hingga pemanfaatan ruang di sekitar sungai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Sungai yang terawat tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga dapat mendukung terciptanya ruang kota yang lebih nyaman dan berkelanjutan.
Di sisi barat Kota Yogyakarta, Sungai Winongo menghadirkan cerita yang tidak jauh berbeda. Kawasan sepanjang alirannya menjadi ruang hidup berbagai kampung dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan sungai.
Berbagai kegiatan menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan memberikan edukasi lingkungan menjadi bagian dari upaya mempertahankan fungsi sungai sebagai salah satu unsur ekosistem perkotaan.
Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting karena sungai berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Sementara itu, Sungai Gajah Wong di bagian timur Kota Yogyakarta memiliki potensi yang terus dikembangkan. Selain fungsi ekologis, kawasan di sekitarnya dapat menjadi ruang edukasi lingkungan, ruang sosial, hingga potensi wisata berbasis komunitas.
Pengembangan tersebut perlu tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi utama sungai. Daya tarik kawasan tidak hanya ditentukan oleh aktivitas yang tumbuh di sekitarnya, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam merawat lingkungan sebagai ruang bersama.
Sungai bukan halaman belakang
Sungai selama ini kerap dipandang sebagai bagian belakang kota. Bangunan dan aktivitas masyarakat lebih banyak menghadap jalan, sementara sungai berada di sisi yang kurang mendapatkan perhatian.
Padahal, sungai memiliki peran dalam membentuk wajah dan kualitas kawasan perkotaan. Selain menjalankan fungsi ekologis, sungai juga menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat.
Persoalan lingkungan, budaya, dan kehidupan warga di sekitar sungai pun saling berkaitan. Karena itu, menjaga sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan komunitas dan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Yogyakarta memiliki ruang untuk ikut membangun kepedulian publik.
KIM tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membantu mendokumentasikan, mengedukasi, dan menyebarluaskan berbagai kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan.
Informasi mengenai upaya warga menjaga sungai dapat menjadi penghubung antara masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan. Dokumentasi kegiatan, cerita warga, serta praktik baik di sekitar sungai dapat memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui informasi yang positif dan faktual, KIM juga dapat mendukung penguatan potensi sungai sebagai ruang sosial, edukasi, maupun wisata berbasis masyarakat.
Salah satu unsur KIM yang terlibat dalam dokumentasi dan penyebarluasan informasi tersebut adalah Y. Tomy Pramono, Anggota KIM Kota Yogyakarta.
Tiga sungai yang mengalir di Kota Yogyakarta menyimpan lebih dari sekadar perjalanan air dari utara menuju selatan. Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong merupakan bagian dari ekosistem kota, ruang hidup masyarakat, sekaligus jejak hubungan panjang antara manusia dan lingkungannya.
Menjaga sungai berarti menjaga lebih dari sekadar aliran air. Di dalamnya terdapat kualitas lingkungan, ketahanan kota, ruang interaksi masyarakat, serta harapan bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....